Kamis 08 Mar 2018 11:57 WIB

Putra Mahkota Saudi Tampil di Acara TV AS

Pangeran Mohammed merupakan salah satu pemimpin paling berpengaruh di Timur Tengah.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Foto: AP
Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pembawa acara CBS This Morning dan sekaligus koresponden 60 Minutes, Norah O'Donnell, baru kembali dari kunjungan sepekan di Arab Saudi, untuk mewawancarai putra mahkota negara tersebut yaitu Pangeran Mohammed bin Salman. Dikutip dari cbsnews.com, tayangan wawancara tersebut akan ditampilkan dalam acara 60 Minutes yang akan disiarkan pada 18 Maret, dua hari menjelang pertemuan pemimpin muda tersebut dengan Presiden AS Donald Trump.

Dalam usianya ke-32 tahun, Pangeran Mohammed merupakan salah satu pemimpin yang paling berpengaruh di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi yang merupakan penghasil minyak terbesar di dunia dan sekutu penting Amerika Serikat, tengah mengalami perubahan drastis dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi.

Sang Putra Mahkota yang juga menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan di kerajaan muslim Sunni ini, mengambil langkah tegas pada bulan November 2017 dengan menahan lebih dari 200 pangeran, miliarder, warga negara yang berpengaruh di Hotel Ritz Carlton Kota Riyadh.

Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari usaha untuk mendorong reformasi di dalam negeri. Ia juga membantu lembaga negara untuk mengubah peraturan terkait wanita, termasuk yang pertama kalinya dalam sejarah, yaitu memberikan hak bagi mereka untuk boleh mengemudikan kendaraan.

Perbincangan O'Donell dengan pewaris tahta Arab Saudi menjadi yang pertama kali bagi Pangeran Mohammed untuk diwawancarai oleh saluran televisi dari AS. Terakhir kalinya pemimpin Arab Saudi memberikan pernyataannya dalam wawancara pada jaringan TV AS terjadi pada tahun 2005.

Pangeran Mohammed tidak hanya memberikan pandangannya pada hubungannya dengan AS, namun O'Donell juga menanyakan tentang peran Arab Saudi dalam perang di Yaman yang dinilai kontroversial, termasuk Iran yang menjadi musuh utama negara tersebut di kawasan ini. Putra Mahkota juga berbicara atas apa yang terjadi dalam ketegangan antikorupsi yang terjadi pada bulan November lalu.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement