Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Mesir Mulai Laksanakan Pemilu Presiden

Rabu 28 Mar 2018 05:13 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agus Yulianto

Pemilu Mesir (ilustrasi)

Pemilu Mesir (ilustrasi)

Foto: toonpool.com
Tidak semua orang mau memilih karena tidak semua orang berhasil diyakinkan Sisi.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Mesir mulai melaksanakan pemilihan umum (pemilu). Perlahan, kemenangan pemilu Presiden Mesir dipastikan menjadi milik kubu Abdel al-Sisi di tengah pemilihan tanpa pesaing itu.

Dengan upaya menarik pemilih, kantor berita pemerintah Mesir memperingatkan masyarakat untuk menjalankan kewajiban mereka memberi suara bila tak ingin didenda 28 dolar AS (sekitar Rp 400 ribu). Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail secara khusus juga mengajak masyarakat Mesir untuk memberikan suara mereka.

photo
Presiden Mesir Abdel Fatah Al Sisi.



Presiden Mesir Abdel al-Sisi menyatakan, keinginannya memimpin Mesir untuk periode kedua. Dia berjanji, memperbaiki kondisi ekonomi Mesir di tengah guncangan dalam negeri dan tekanan Mesir menumpas ISIS.

Satu-satunya kekurangan pemilu Mesir kali ini adalan tak adanya lawan bagi Sisi. Mereka yang serius malah dipaksa mundur. Oposisi sempat menyerukan boikot pemilu di sana karena pemerintah bersikap represif.

Kepala Kantor Pemilu Pusat Mesir, Brigadir Jenderal Ali Hareedi mengatakan, pada hari pertama pemilu menunjukkan jumlah pemilih yang cukup tinggi. "Hal itu membuktikan kesadaran masyarakat Mesir untuk memilih pemimpin mereka," ungkap Hareedi seperti dikutip Reuters, Selasa (27/3).

Media pro Sisi Al-Akhbar melaporkan, para pemilih berbondong-bondong menuju TPS. Namun, Komisi Pemilu Nasional mencatat, baru 13,5 persen dari total pemilih sebanyak 59 juta pemilih di hari pertama pemilu. Pun di PTS di Fayoumd di selatan Kairo dimana baru 25 persen pemilih yang datang.

Salah seorang pemilih berusia 55 tahun mengaku, ia akhirnya datang ke TPS karena disuruh majikannya. Sementara suami wanita itu malah tak datang ke TPS. "Suami saya mengaku tak puas dengan kondisi ekonomi Mesir. Tidak semua orang mau memilih karena tidak semua orang berhasil diyakinkan Sisi," kata wanita itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA