Jumat 13 Jul 2018 15:32 WIB

Jepang Berjuang Pasok Air di Wilayah Bencana Banjir

Korban banjir harus menghadapi cuaca panas di atas 30 derajat Celcius.

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini
Foto udara banjir Jepang, Senin (9/7).
Foto: Kyodo News via AP
Foto udara banjir Jepang, Senin (9/7).

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang berusaha memulihkan pasokan air ke kota-kota yang dilanda banjir. Bencana banjir tersebut menewaskan lebih dari 200 orang dan merupakan bencana terburuk dalam 36 tahun terakhir.

Selain membutuhkan air bersih, masyarakat juga harus berjuang untuk menghadapi cuaca panas dengan suhu di atas 30 derajat Celcius. Bau menyengat dari sampah juga menambah penderitaan warga.

"Kami membutuhkan pasokan air kembali," kata Hiroshi Oka (40 tahun).

Ia ikut membantu membersihkan distrik Mabi di salah satu daerah yang paling parah terkena dampak, kota Kurashiki. Di sana lebih dari 200 ribu rumah berada dalam kondisi tanpa air selama sepekan.

"Kami tidak bisa menyiram toilet atau mencuci tangan kami," ujarnya. Setelah hampir empat jam menunggu tangki air Hiroshi baru terisi sebagian.

Seorang pejabat kota mengatakan pasokan air telah dipulihkan ke beberapa bagian distrik. Tetapi dia tidak tahu kapan operasi normal akan dilanjutkan. Hal itu karena para ahli masih berusaha menemukan penyebab kerusakan pipa saluran air.

Suhu yang meningkat telah memicu kekhawatiran bahwa penduduk yang masih berada di pusat-pusat evakuasi sementara menderita stroke panas atau penyakit karena tingkat kebersihan memburuk. Lebih dari 70 ribu militer, polisi, dan petugas pemadam kebakaran telah menyebar untuk mengatasi dampak banjir. Puluhan orang masih dinyatakan hilang akibat bencana banjir.

Juru bicara pemerintah, Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, mendesak orang-orang di daerah yang terkena banjir untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap panas, dan waspada terhadap badai petir.

"Orang-orang masih perlu mewaspadai kemungkinan longsor lebih lanjut," katanya pada konferensi pers reguler, Jumat (13/7).

Cuaca buruk telah melanda Jepang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk banjir serupa tahun lalu yang menewaskan puluhan orang.  Perdana Menteri Shinzo Abe, yang membatalkan perjalanan ke luar negeri mengunjungi Kurashiki pada  Kamis. Ia akan mengunjungi daerah-daerah lain yang rusak akibat banjir pada Jumat dan selama akhir pekan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement