Senin 27 Aug 2018 11:37 WIB

Jubir Abbas: AS Peras Palestina Pakai Dana Bantuan

AS ingin Palestina merelakan Yerusalem Timur lepas ke tangan Israel.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Pengunjuk rasa melambaikan bendera Palestina saat terjadi bentrokan di dekat perbatasan dengan Israel di timur Kota Gaza, Jumat (15/12). Demonstran memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Foto: EPA-EFE/MOHAMMED SABER
Pengunjuk rasa melambaikan bendera Palestina saat terjadi bentrokan di dekat perbatasan dengan Israel di timur Kota Gaza, Jumat (15/12). Demonstran memprotes keputusan Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH – Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, menuding Amerika Serikat (AS) berusaha menghentikan klaim Palestina atas Yerusalem Timur. Hal itu dilakukan dengan memangkas dana bantuannya sebesar 200 juta dolar untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Rudeineh menjelaskan, pemangkasan dana bantuan AS untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza bermotif politis. Menurutnya tindakan itu dirancang dengan maksud menekan Palestina agar berhenti memperjuangkan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Padahal, AS sepenuhnya sadar, tidak akan ada perdamaian dengan Israel bila Yerusalem Timur tidak menjadi ibu kota Palestina.

Anggota Dewan Legislatif Palestina Hanan Ashrawi mengatakan, pemotongan dana bantuan untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza oleh AS adalah bentuk pemerasan.

“Sangat jelas pemotongan bantuan AS ke Palestina adalah bentuk pemerasan murahan dan itu menunjukkan tingkat tertentu kebangkrutan moral dan politik,” katanya, dikutip laman Al Araby, Ahad (26/8).

Ia menilai, ini adalah cara AS terlibat dalam pendudukan Israel dan semakin menyengsarakan masyarakat Palestina. “Jadi ini merupakan pemerasan politik dan bentuk penerapan rencana Israel untuk menghukum rakyat Palestina dan memberi penghargaan kepada penjajah, Israel,” ujarnya.

Baca juga, Mengapa Trump Akui Yerusalem Ibu Kota Israel?

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS telah mengatakan Washington akan memotong bantuan lebih dari 200 juta dolar AS untuk Palestina. Ia mengungkapkan, dana yang awalnya ditujukan untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza itu akan dialihkan untuk proyek-proyek prioritas di tempat lain.

“Atas perintah Presiden (Donald) Trump, kami telah melakukan peninjauan bantuan AS kepada Otoritas Palestina dan di Tepi Barat serta Gaza guna memastikan dana ini digunakan sesuai dengan kepentingan nasional AS dan memberikan manfaat kepada pembayar pajak AS,” kata pejabat Departemen Luar Negeri AS.

Pada Januari lalu, AS telah memotong dana bantuan untuk Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Dari total 125 juta dolar AS dana yang disiapkan untuk UNRWA, AS hanya mengucurkan sebanyak 65 juta dolar AS.

Hal itu dilakukan setelah Palestina Palestina memutuskan menarik diri dari perundingan damai dengan Israel yang dimediasi AS. Palestina menilai AS tak lagi menjadi mediator yang netral karena terbukti membela kepentingan Israel. Pemotongan dana bantuan UNRWA dinilai sebagai cara AS untuk mengembalikan Palestina ke meja perundingan.

Penangguhan dana bantuan itu tak ayal menyebabkan UNRWA mengalami krisis pendanaan. Sebab bagaimanapun, AS merupakan penyandang dana terbesar bagi UNRWA

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement