Jumat 09 Nov 2018 22:09 WIB

PBB akan Gandakan Bantuan Pangan untuk Yaman

14 juta orang alami kelaparan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolanda
Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Foto: Reuters/Heinz-Peter Bader
Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Program Pangan Dunia PBB (WFP) akan menggandakan bantuan pangan untuk Yaman. Hal itu dilakukan karena kini terdapat 14 juta orang yang mengalami kelaparan. Jumlah tersebut setara dengan setengah populasi Yaman.

“WFP memberikan bantuan makanan kepada sekitar tujuh hingga delaoan juta orang setiap hari, tapi situasi sekarang menjadi sangat mengerikan sehingga WFP bersiap untuk meningkatkan (bantuan pangannya),” ungkap juru bicara WFP Herve Verhoosel kepada awak media di Jenewa, Swiss, pada Kamis (8/11), dikutip laman Alarabiya.

Ia menilai, upaya yang lebih besar diperlukan guna mencegah kelaparan massal di Yaman. “Target baru 14 juta orang membutuhkan sejumlah besar pekerjaan logistik, penjangkauan, pendanaan, dan persiapan,” ujarnya.

Digandakannya bantuan pangan tentu membutuhkan pasokan dana yang lebih besar. Menurut Verhoosel, dana yang dihabiskan untuk membantu tujuh hingga delapan juta orang Yaman yang kelaparan mencapai sekitar 125 juta dolar AS per bulan. “Karena situasi keamanan pangan memburuk, WFP bersiap meningkatkan program makanan dan gizinya, jelas persyaratan pendanaan kami akan meningkat sesuai,” ucapnya.

Verhoosel mengatakan guna menunjang penyaluran bantuan, konflik dan kekerasan di Yaman harus segera dihentikan. Taktik perang dan pemboman tanpa henti hanya akan membuat kerja-kerja kemanusiaan terhambat dan memicu krisis yang lebih buruk.

Perang Yaman telah berlangsung selama sekitar empat tahun. Krisis kemanusiaan di Yaman mulai terjadi ketika koalisi yang dipimpin Arab Saudi mulai menggempur negara tersebut. Tidak hanya melakukan agresi, koalisi Saudi juga memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Hodeida. Saat ini Yaman adalah negara yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement