Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Bocah Pembunuh Ibunya tak Sesali Perbuatannya

Kamis 13 Dec 2018 03:32 WIB

Red: Indira Rezkisari

Police line

Police line

Foto: Wikipedia
Kemarahan anak bermula ketika dimarahi ibunya karena menghabiskan 4 bungkus rokok.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Usai menikam ibunya dengan pisau dapur hingga tewas, Wu Bing (nama samaran bocah berusia 12 tahun) asal Yunjiang, Provinsi Hunan, Cina, menunjukkan sikap sangat tenang. Pamannya yang sangat sedih atas peristiwa tragis itu sempat bertanya kepada bocah tersebut setelah diperiksa pihak kepolisian.

"Apakah kau tidak berpikir bahwa perbuatan membunuh ibumu sendiri itu salah?" tanya si paman. "Saya membunuh ibuku, bukan orang lain," jawab Wu sambil mengangkat bahu, seperti ditulis media lokal, Rabu (12/12).

Pembunuhan terhadap perempuan bermarga Chen itu gara-gara persoalan empat bungkus rokok pada Ahad (2/12) malam lalu. Korban mendapati anaknya itu mencuri empat bungkus rokok dari acara jamuan makan dan mengisap seluruhnya.

Korban marah dan memukulnya sehingga mendorong pelaku melakukan perbuatan nekat itu, seperti penuturan kakek pelaku kepada Red Star News. Polisi tidak menyebutkan nama sebenarnya pelaku kepada publik dengan alasan masih di bawah umur.

Sebelum 2016, Chen merupakan buruh migran bersama suaminya. Dia kemudian pulang ke Yunjiang dan hidup sederhana sejak melahirkan adik laki-laki Wu. Pada malam kejadian, Chen dan dua anak lelakinya melakukan obrolan video dengan suaminya sekaligus ayah dari anak-anaknya itu yang bekerja sebagai buruh migran.

Setelah peristiwa pembunuhan, Wu menirukan suara ibunya untuk menyampaikan pesan kepada gurunya melalui telepon seluler bahwa dia tidak bisa masuk sekolah karena sakit. Saat kakeknya mendatangi rumah korban, Wu bermain dengan adiknya di ruang keluarga. Kepada kakeknya, Wu mengatakan bahwa ibunya sedang pergi ke pusat kota.

Kasus pembunuhan itu belum terungkap hingga Senin (3/12) ketika kakeknya merasa curiga dan mencoba mengintip kamar tidurnya dari jendela yang ternyata bersimbah darah dan tubuh korban tergeletak di lantai. Karena usianya masih di bawah 14 tahun, Wu tidak bisa dijerat dengan pasal pidana.

"Dia mungkin akan ditempatkan di bawah penjagaan ayahnya," kata Liu Changsong, seorang pengacara yang tinggal di Beijing, sebagaimana dikutip Global Times.

Meskipun terhindar dari tuntutan kriminal dan identitasnya harus tetap dirahasiakan, menurut Liu, pelaku tetap akan dikecam dan selama hidupnya akan dikait-kaitkan dengan pembunuhan ibu kandung oleh orang-orang yang mengenalnya. Polisi mengidentifikasi Wu sebagai pelaku pembunuhan di lokasi kejadian pada Rabu (5/12). Sejumlah anggota keluarganya mendiskusikan pola pengasuhan pada hari yang sama.

"Bagaimana dengan masa depanmu?" tanya anggota keluarga Wu. "Sekolah tidak bisa mengeluarkanku kan?" jawab Wu.

Selain kecanduan rokok, Wu juga gila main gim dan beberapa kali terlibat pertengkaran dengan ibunya. Wu mengalami cedera pada kepalanya akibat kecelakaan mobil saat masih berusia tujuh tahun. Setahun setelah kecelakaan itu, Wu kembali mengalami luka di kepala saat bermain bersama teman-temannya.

Menurut kakek Wu, pelaku sering kali berjalan sendirian di dalam kamarnya pada malam hari tanpa menghiraukan yang lain. Pelaku juga sering berteriak dan menangis pada tengah malam.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA