Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Iran Meminta India dan Pakistan Menahan Diri

Rabu 27 Feb 2019 12:29 WIB

Red: Teguh Firmansyah

 Seorang perempuan di Mumbai, India menawarkan permen ke aparat kepolisian sebagai bentuk perayaan terhadap laporan dijatuhkannya hulu ledak dari pesawat India di daerah teritorial Pakistan, Selasa (26/2).

Seorang perempuan di Mumbai, India menawarkan permen ke aparat kepolisian sebagai bentuk perayaan terhadap laporan dijatuhkannya hulu ledak dari pesawat India di daerah teritorial Pakistan, Selasa (26/2).

Foto: AP
India mengklaim menewaskan 300 milisi dalam serangan ke wilayah Pakistan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi pada Selasa (26/2) menyeru India dan Pakistan agar menahan diri dan melakukan upaya untuk meredakan ketegangan. Menurut Iran, penanganan kontraterorisme perlu dilakukan kerja sama menyeluruh.

"Iran, sebagai salah satu korban terorisme, percaya bahwa kerja sama menyeluruh tanpa diskriminasi oleh semua negara di dunia adalah satu-satunya cara memerangi terorisme dan ekstremisme," kata Qasemi.

Sebagaimana dikutip Kantor Berita Iran, IRNA, Rabu, Qasemi mendesak Islamabad dan New Delhi agar merundingkan penyelesaian damai bagi sengketa mereka.

Media India mengutip para pejabat negeri tersebut mengatakan bahwa antara 200 dan 300 orang tewas dalam serangan udara India di kamp milisi di seberang perbatasan antara India dan Pakistan pada Selasa.

Para pejabat senior Pakistan serta sejumlah pemimpin partai di negeri tersebut mengutuk serangan tersebut. Angkatan Bersenjata Pakistan siap mengirim balasan terhadap setiap jenis agresi terhadap negeri tersebut.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dijadwalkan mengadakan pertemuan luar biasa Kabinet pada Selasa malam untuk mengkaji ketegangan militer dengan India.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA