Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Friday, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Pemadaman Listrik di Venezuela Semakin Parah

Senin 11 Mar 2019 12:44 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Warga Venezuela memasuki Kolombia dengan menyeberangi jembatan internasional Simon Bolivar dari San Antonio del Tachira, Venezuela, Kamis (21/2). Rakyat Venezuela mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.

Foto: AP Photo/Rodrigo Abd
Pemerintah Venezuela menyalahkan AS atas pemadaman listrik yang berlangsung 4 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Pemadaman listrik di Venezuela sudah memasuki hari keempat. Hal itu membuat rumah sakit tidak memiliki daya, makanan membusuk di pertokoan, dan rumah tangga kekurangan air.

Baca Juga

"Makanan yang kami miliki di kulkas rusak, toko-toko tutup, tidak ada akses komunikasi bahkan sinyal telepon," kata salah satu warga Ana Cerrato yang berprofesi sebagai penjaga toko, seperti dilansir di Irish Independent, Senin (11/3).

Pihak berwenang berusaha mengatasinya dengan menyediakan akses listrik sejak pemadaman terjadi. Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan pemadaman terjadi karena sabotase Amerika Serikat (AS).

Sementara oposisi mengatakan pemadaman terjadi karena ketidakmampuan pemerintah dan korupsi. Pemerintah Venezuela meliburkan sekolah dan menghentikan aktivitas bisnis tanpa memberikan kepastian kapan hal itu akan berakhir.

Pemadaman listrik terburuk dalam sejarah negara itu terjadi ketika pemerintah Maduro menghadapi hiperinflansi yang meruntuhkan perekonomian Venezuela. Hal itu juga memicu krisis politik setelah ketua badan legislatif Juan Guaido mendeklarasikan dirinya sebagai presiden sementara.

Masyarakat Chacao di Caracas membangun barikade untuk memprotes pemadaman listrik. Masyarakat Venezuela marah dengan kondisi yang mereka alami.

"Tidak ada negara yang bertahan lebih dari 50 jam tanpa listrik, kami butuh bantuan, kami dalam krisis kemanusiaan," kata Ana Cerrato.

Guaido mengkritik pemerintahan Maduro karena mereka gagal menjelaskan penyebab pemadaman listrik ini. "Sampai jam ini, setelah beberapa hari pemadaman rezim tidak memberikan alasan, tanpa memiliki diagnosis," kata Guaido.

Sementara itu dalam wawancara televisi Menteri Informasi Venezuela Jorge Rodriguez bersikeras pemerintah sedang berupaya mengatasi pemadaman ini. Tapi ia tidak menjelaskan penyebab pemadaman listrik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA