Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

AS Hentikan Pengiriman F-35 ke Turki

Selasa 02 Apr 2019 16:14 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Pesawat jet siluman F-35A

Pesawat jet siluman F-35A

Foto: US Air Force
Turki berencana membeli sistem pertahanan rudal Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) menghentikan pengiriman pesawat tempur F-35 ke Turki. Hal ini menandai langkah konkret AS setelah mengetahui Turki berencana membeli sistem pertahanan rudal Rusia.

Baca Juga

"Pengiriman dan kegiatan yang terkait dengan peningkaan kemampuan operasional F-35 Turki telah ditangguhkan," ujar Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, Letnan Kolonel Angkatan Udara Mike Andrews, Selasa (2/4).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak mundur dari rencana pembelian sistem pertahanan rudal Rusia S-400. Menurut pemerintah AS, pembelian rudal tersebut dapat membahayakan keamanan pesawat F-35.

Ketidaksepakatan Turki dan AS atas pembelian F-35 merupakan buntut dari serangkaian sengketa diplomatik antara keduanya. Tuntutan Turki, antara lain AS telah mengekstradisi ulama Fethullah Gulen. Sengketa diplomatik lainnya yakni perbedaan kebijakan perang di Suriah dan sanksi Iran.

Seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada Reuters pada Maret lalu AS memiliki sejumlah barang yang bisa saja ditahan pengirimannya untuk Turki. Hal ini untuk mengirim sinyal AS serius meminta Turki membatalkan ambisinya untuk memiliki rudal S-400 buatan Rusia.

Pejabat Turki di Ankara tidak bersedia untuk memberikan komentar. Turki mengatakan akan menerima pengiriman S-400 pada Juli mendatang.

Keputusan AS tentang F-35 diperkirakan akan mempersulit kunjungan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu ke Washington minggu ini untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO. Pengamat dari Pusat Studi Strategis dan Internasional, Andrew Hunter mengatakan, sistem senjata Rusia dipandang mengancam AS terlepas dari siapa yang mengoperasikannya dan tujuannya.

"Karena Turki bukan hanya pembeli F-35, tetapi mitra industri, memblokir pengiriman sistem ini merupakan eskalasi besar oleh AS karena mengancam akan membebankan biaya yang serius di kedua sisi," kata Hunter.

Reuters melaporkan pekan lalu Washington sedang menjajaki apakah bisa mengeluarkan Turki dari produksi F-35. Turki membuat bagian-bagian badan pesawat, roda pendaratan, dan tampilan kokpit.

AS dan sekutu-sekutu NATO lainnya yang memiliki F-35 takut radar pada sistem rudal S-400 Rusia dapat melacak jet tersebut. Dalam upaya untuk membujuk Turki agar membatalkan rencananya membeli S-400, AS menawarkan sistem anti-rudal Patriot buatannya dengan harga diskon yang berakhir pada akhir Maret. Turki telah menunjukkan minat pada sistem Patriot, tetapi tidak dengan mengorbankan meninggalkan S-400.

Turki telah terlibat dengan negosiator AS dalam beberapa hari terakhir tentang membeli sistem Patriot. Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sistem ini dibuat oleh Raytheon Co.

Dengan menghentikan pengiriman jet, Pentagon dapat menunda pelatihan pilot Turki. Dua jet tambahan dijadwalkan tiba di Arizona pada April, dan penundaan yang signifikan dapat mempengaruhi tanggal target Turki untuk operasi pada November mendatang.

Anggota parlemen AS juga menyatakan khawatir atas rencana pembelian sistem Rusia oleh Turki. Empat senator AS minggu lalu memperkenalkan RUU dua partai yang akan melarang pengiriman F-35 sampai Ankara menghentikan rencana pengiriman sistem rudal S-400.

Senator AS Jeanne Shaheen mengaku senang atas penghentian pengiriman F-35 ke Turki. Dia mengatakan, penghentian tersebut dapat memastikan teknologi dan kemampuan militer AS tidak jatuh ke tangan Kremlin.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA