Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Sri Lanka Revisi Jumlah Korban Meninggal

Jumat 26 Apr 2019 11:12 WIB

Red: Ani Nursalikah

Polisi Sri Lanka berpatroli di luar sebuah masjid di Kolombo, Sri Lanka, Rabu (24/4).

Polisi Sri Lanka berpatroli di luar sebuah masjid di Kolombo, Sri Lanka, Rabu (24/4).

Foto: AP Photo/Eranga Jayawardena
Jumlah korban meninggal dalam pengeboman Sri Lanka dikurangi 100.

REPUBLIKA.CO.ID, KOLOMBO -- Para pejabat Sri Lanka merevisi jumlah korban tewas dalam pengeboman Ahad saat perayaan Paskah dengan mengurangi sebanyak 100, Kamis (25/4). Pengurangan dilakukan karena kesulitan dalam mengidentifikasi bagian-bagian jasad di lokasi-lokasi pengeboman.

Deputi Menteri Pertahanan Ruwan Wijewardene mengatakan angka resmi yang baru ialah 253, turun dari 359 sebelumnya. Ia menyalahkan data tak akurat yang diberikan oleh kamar-kamar mayat karena perbedaan tersebut.

Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Sri Lanka Anil Jasinghe, mengatakan kepada Reuters angka yang ada merupakan perkiraan. "Angkanya bisa jadi 250 atau 260. Saya tidak bisa menyebut secara pasti. Begitu banyak bagian tubuh dan sulit untuk memberikan berapa angka persis," katanya.

Serangan bom bunuh diri atas tiga gereja dan empat hotel mewah telah menunjukkan kegagalan intelijen dengan berbagai tuduhan peringatan-peringatan belum ditindaklanjuti. Pertikaian di tingkat tinggi pemerintah telah mempengaruhi kerja sama keamanan.

Menteri Pertahanan Hemasiri Fernando mengundurkan diri atas kegagalan mencegah serangan-serangan tersebut, walaupun dia mengatakan pihak berwenang telah bertindak menanggapi informasi intelijen dari India yang memperingatkan serangan-serangan yang akan dilakukan segera.

Baca Juga

photo

"Kami menangani hal itu. Semua lembaga bekerja terkait hal itu," kata Fernando kepada Reuters.

Kepolisian mengeluarkan nama dan foto empat pria dan tiga wanita yang dicari terkait dengan serangan-serangan tersebut karena ketakutan bom dan penyisiran keamanan membuat negara itu berada di ujung tanduk. Sebagian besar korban tewas adalah warga Sri Lanka walaupun pihak berwenang mengatakan sedikitnya 38 warga asing juga tewas, banyak turis yang sedang duduk untuk makan pagi di salah satu bagian atas hotel-hotel ketika para pengebom beraksi.

Para warga asing itu berasal dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Turki, India, China, Denmark, Belanda, dan Portugis. Sekitar 500 orang menderita luka-luka.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA