Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Banjir dan Longsor di Afrika Selatan Renggut Nyawa 70 Warga

Jumat 26 Apr 2019 22:17 WIB

Red: Nashih Nashrullah

(ilustrasi) peta Afrika Selatan

(ilustrasi) peta Afrika Selatan

Foto: tangkapan layar google map
Hujan deras melanda Afrika Selatan beberapa pekan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, DURBAN -- Lebih 70 orang meninggal di Afrika Selatan setelah hujan deras di sepanjang pesisir bagian timur negara itu.

Baca Juga

Sebagian besar korban meninggal tercatat di Provinsi KwaZulu-Natal, setelah hujan deras menimbulkan banjir dan tanah longsor. Di provinsi itu hujan deras terjadi tiap tahun tapi jarang merenggut korban jiwa dalam kurun waktu yang singkat.

Beberapa kawasan yang paling parah dilanda banjir ialah permukiman ilegal di KwaZulu-Natal, tempat orang-orang tinggal di rumah-rumah petak yang didirikan tanpa fondasi dan sistem saluran yang layak.

Sebanyak 67 orang meninggal di KwaZulu-Natal, dan enam lagi di Provinsi Eastern Cape, yang bertetangga dengan Provinsi KwaZulu-Natal. 

"Saya tak ingat itu dalam sejarah," kata Lennox Mabase, juru bicara Departemen Urusan Kooperasi KwaZulu-Natal.

Seorang wartawan Reuters melihat para penolong datang mengumpulkan jasad seorang wanita yang digali dari lumpur oleh warga setempat.

Wanita itu sedang dalam perjalanan untuk bekerja kendati puteri dan cucunya sudah mengingatkan agar tetap tinggal di rumah ketika ia dan dua anak-anak disapu oleh air banjir, kata saudara wanita itu kepada Reuters.

Sementara anak-anak itu diselamatkan, para penolong tak menemukan ibunya. "Sudah jelas dia meninggal," kata saudara perempuan itu.

Warga masyarakat teringat kembali pada Rabu bagaimana air banjir dan tanah longsor menghantam rumah-rumah, banyak orang di dalamnya, dan menghancurkan jalan-jalan dan prasarana lain.

 

  

 

 

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA