Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Investigasi Boeing 737 yang Jatuh di Havana Terungkap

Jumat 17 May 2019 11:32 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Ani Nursalikah

Pesawat jenis Boeing 737 milik maskapai Cubana jatuh tak lama setelah tinggal landas dari Bandara Internasional Havana, Jumat (18/5).

Pesawat jenis Boeing 737 milik maskapai Cubana jatuh tak lama setelah tinggal landas dari Bandara Internasional Havana, Jumat (18/5).

Foto: AP Photo/Enrique de la Osa
Pesawat Boeing 737 yang dioperasikan Cubana Airlines jatuh setahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Investigasi kecelakaan yang melibatkan Boeing 737 setahun lalu di Havana telah selesai. Penyebab jatuhnya peeawat yang menewaskan 113 penumpang dan awak tersebut yakni karena kesalahan kru pesawat.

Pesawat Boeing 737 itu dioperasikan oleh Cubana Airlines yang disewa dari maskapai penerbangan Meksiko, Damojh Airlines. Pesawat tersebut jatuh di sebuah ladang di Havana tak lama setelah lepas landas, dalam penerbangan domestik pada 18 Maret 2018. Setelah jatuh, pesawat itu meledak dan terbakar.

"Penyebab paling mungkin dari kecelakaan itu adalah tindakan kru dan kesalahan mereka dalam perhitungan berat, dan keseimbangan yang menyebabkan hilangnya kendali pesawat dan jatuh selama fase lepas landas," kata Institute of Civil Aeronautics, Kuba dalam sebuah pernyataan, Jumat (17/5).

Para kru pesawat sebagian besar merupakan warga Meksiko. Hal ini termasuk dalam perjanjian sewa Damojh dengan Cubana. Sedangkan, penumpang pesawat yang menjadi korban dalam penerbangan ke kota Holguin sebagian besar berasal dari Kuba.

Hingga kini, Damojh Airlines belum beroperasi sejak ditangguhkan oleh otoritas penerbangan sipil Meksiko pada Agustus 2018. Pada saat penyelidikan selesa, Damojh telah mengakhiri kontrak menyewa dan mengoperasikan dua pesawat lainnya.

Sampai berita ini diturunkan, Reuters tidak dapat menghubungi Damojh Airlines. Sementara Boeing Co tidak membalas permintaan komentar.

Damojh mengatakan, Juli lalu kotak hitam yang diambil dari puing-puing menunjukkan kru telah mengemudikannya pada sudut yang sangat curam. Hal ini yang menyebabkan kurangnya kemampuan mengangkat yang membuat pesawat jatuh setelah lepas landas. Ketika itu, komisi penyelidikan yang dipimpin Kuba mengatakan kesimpulan tersebut masih terlalu dini.

Damojh dilarang terbang di Guyana pada 2017 karena masalah keamanan. Otoritas penerbangan Meksiko mengatakan telah menangguhkan Damojh pada 2010 dan 2013 selama tinjauan kepatuhan terhadap peraturan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA