Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Sejarah Hari Ini: Referendum Perdamaian Irlandia Digelar

Kamis 23 May 2019 11:22 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Bendera Irlandia

Bendera Irlandia

Foto: fanpop
Referendum menjadi momen sejarah upaya perdamaian dua bagian negara Irlandia.

REPUBLIKA.CO.ID, BELFAST - 23 Mei 1998 adalah hari suka cita bagi Irlandia Utara. Perdana Menteri Inggris kala itu, Tony Blair menyambut baik suara "ya" dalam referendum Perjanjian Perdamaian di Irlandia Utara.

Referendum yang diadakan satu hari sebelumnya di kedua sisi perbatasan, mengembalikan suara "ya" dengan 71 persen pemilih dari Irlandia Utara dan 94 persen dari Republik Irlandia. Hal tersebut menunjukkan dukungan mereka untuk perjanjian damai.

Baca Juga

"Ini adalah hasil yang telah kami usahakan dan inginkan. Ini langkah besar lain di sepanjang jalan menuju perdamaian, harapan, dan masa depan," kata Blair dilansir BBC History, Kamis (23/5).

Penandatangan perjanjian yang ditandatangani pada Paskah itu berupaya untuk menyelesaikan hubungan di Irlandia Utara (Irlandia Utara dan Republik Irlandia dan antara kedua bagian Irlandia dan Inggris, Skotlandia dan Wales).

Perjanjian ditandatangani pada tanggal 10 April oleh semua pihak yang berkepentingan kecuali Partai Serikat Buruh Demokratik Pdt Dr Ian Paisley dan Partai Serikat Buruh Kerajaan Inggris dari McC McCartney. Keduanya keberatan dengan kehadiran sayap politik IRA, Sinn Fein dalam perundingan multi-partai yang mengarah pada kesepakatan.

Sekretaris Irlandia Utara Mo Mowlam mengatakan, dirinya senang dengan persetujuan kedua negara atas perjanjian tersebut. "Langkah maju yang penting," katanya.

"Cukup jelas bahwa mayoritas serikat pekerja tidak sebesar mayoritas serikat pekerja seperti yang saya inginkan, tetapi mayoritas yang jelas telah mendukung perjanjian ini. Kami telah mengambil langkah penting ke depan," ujar Pemimpin Partai Persatuan Ulster David Trimble 

Pemimpin SDLP nasionalis John Hume mengatakan, untuk pertama kalinya orang-orang dari kedua sisi perbatasan Irlandia berbicara sebagai satu kesatuan. Pemimpin Sinn Fein Gerry Adams mengatakan, dia siap untuk duduk bersama David Trimble di majelis Irlandia Utara baru.

Perdana Menteri Irlandia Bertie Ahern mengatakan, hasil yang luar biasa kala itu adalah suara rakyat yang sebenarnya. Sementara, Pemerintah Inggris akan melanjutkan bulan depannya dengan pemilihan untuk Majelis Irlandia Utara.

Irlandia Utara adalah wilayah kecil di barat Inggris. Terletak di timur-laut Pulau Irlandia, Irlandia Utara berbagi perbatasan dengan Republik Irlandia di selatan dan barat. Menurut Sensus Inggris 2001, populasi Irlandia Utara adalah sebanyak 1.685.000 jiwa, yakni kira-kira 30 persen keseluruhan populasi pulau ini dan kira-kira 3 persen dari Inggris.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA