Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Pasar Keuangan Global Masih Dibayangi Perang Dagang Trump

Jumat 31 Mei 2019 12:50 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Budi Raharjo

 Seorang pria berdiri di depan papan elektronik Nikkei 225 index di Tokyo.

Seorang pria berdiri di depan papan elektronik Nikkei 225 index di Tokyo.

Foto: AP//Itsuo Inouye
Trump mengumumkan tarif 5 persen baru untuk semua barang Meksiko

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Saham Asia bergerak bervariasi pada Jumat (31/5) karena kekhawatiran berlanjut setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif tambahan impor dari Meksiko. Acuan Jepang Nikkei 225 turun 0,7 persen pada awal perdagangan menjadi 20.796,38.

Sedangkan S&P / ASX 200 Australia turun 0,1 persen menjadi 6.383,70. Kospi Korea Selatan naik 0,4 pesen menjadi 2,046,56. Hang Seng Hong Kong sedikit berubah tetapi naik kurang dari 0,1 persen menjadi 27.115,53, dan Shanghai Composite naik 0,3 persen menjadi 2.914,46.

Indeks-indeks saham utama AS membatasi hari perdagangan lesu dengan kenaikan moderat Kamis, menghentikan penurunan pasar dalam dua hari beruntun.

Indeks S&P 500 naik 5,84 poin, atau 0,2 persen menjadi 2.788,86. Dow Jones Industrial Average naik 43,47 poin, atau 0,2 persen, menjadi 25.169,88. Komposit Nasdaq naik 20,41 poin, atau 0,3 persen menjadi 7.567,72. Indeks Russell 2000 perusahaan kecil turun 4,42 poin, atau 0,3 persen, menjadi 1.485,53.

Trump mengumumkan tarif 5 persen baru untuk semua barang Meksiko, pada Kamis, untuk menghentikan aliran migran ke AS. Tarif tersebut, berlaku 10 Juni, akan meningkat setiap bulan jika Trump tidak puas dengan upaya Meksiko pada keamanan perbatasan.

"Harapan awal untuk bantuan sementara di Wall Street untuk menyebar ke pasar Asia hingga Jumat sekali lagi telah tergelincir dengan kebijakan perdagangan konfrontasi lagi dari AS, yang untuk melemparkan pasar ke mode risk-off lagi," kata Jingyi Pan, pasar strategist di IG in Singapura dilansir di AP News.

Kekhawatiran perdagangan kemungkinan akan berlanjut hingga akhir Juni, ketika para pemimpin AS dan Cina akan memiliki kesempatan untuk bertemu di KTT G20 di Jepang.

Pada awal Mei, AS dan Cina mengakhiri pembicaraan perdagangan putaran ke 11 tanpa kesepakatan. AS saat itu menambahkan lebih dari dua kali lipat bea atas impor Cina senilai 200 miliar dolar, dan Cina merespons dengan menaikkan tarifnya sendiri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA