Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Di Venezuela Warga Tewas karena Rebutan Bensin

Senin 10 Jun 2019 09:25 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nidia Zuraya

Warga mengantre air bersih dan pil pemurni air saat bantuan kemnausiaan pertama Palang Merah tiba di Caracas, Venezuela, Selasa (17/4).

Warga mengantre air bersih dan pil pemurni air saat bantuan kemnausiaan pertama Palang Merah tiba di Caracas, Venezuela, Selasa (17/4).

Foto: AP Photo/Ariana Cubillos
Perekonomian Venezuela mulai runtuh sejak harga minyak anjlok pada 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN CRISTOBAL -- Seorang pria tewas pada Sabtu (8/6) malam di sebuah pom bensin, di negara bagian Merida, kota Tabay, Venezuela. Walikota Tabay, Jose Otalora mengatakan, pria yang tewas tersebut terlibat perkelahian ketika mengantre di pom bensin, di kota Tabay.

"Di tengah-tengah kondisi yang membingungkan, terdengar sebuah letusan senjata abi yang menyebabkan satu orang tewas dan lainnya luka-luka," ujar Otalora, Senin (10/6).

Otalora mengatakan, korban diidentifikasi bernama Wilderman Paredes. Dia terkena luka tembak dan sempat menjalani perawatan, namun nyawanya tak tertolong. Otalora tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai siapa yang harus bertanggung jawab atas kematian Paredes.

Diketahui, ketika terlibat perkelahian, Paredes dalam keadaan mabuk. Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Informasi Venezuela tidak memberikan komentar.

Warga Venezuela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantri di stasiun pengisian bahan bakar atau pom bensin. Hal ini merupakan dampak dari anjloknya produksi kilang minyak, dan berhentinya impor akibat kekacauan politik di negara tersebut.

Perekonomian Venezuela mulai runtuh sejak harga minyak anjlok pada 2014. Hal ini menyebabkan negara tersebut tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan pasar interalnya sendiri.

Kekurangan pasokan bahan bakar semakin memburuk pada bulan lalu. Sejumlah pasukan militer mulai mengawasi penjatahan bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar, di beberapa negara bagian.

Baca Juga

Warga Venezuela tidak hanya mengalami kekurangan bakan bakar, namun juga pemadaman listrik dan layanan komunikasi. Hal ini menyebabkan wilayah pedesaan di Venezuela terisolasi, dan mencoba bertahan hidup dengan cara barter.

Presiden Nicolas Maduro mengatakan, semua permasalahan yang terjadi di Venezuela merupakan akibat dari sanksi Amerika Serikat (AS). Menurutnya, AS telah menghalangi pemasukan ekspor minyak dan mencegah pemerintah Venezuela meminjam dana di luar negeri.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA