Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Pria Jerman Ditangkap karena Bunuh Pejabat Kota

Selasa 18 Jun 2019 04:10 WIB

Rep: lintar satria/ Red: Dwi Murdaningsih

Pembunuhan (Ilustrasi)

Pembunuhan (Ilustrasi)

Foto: pixabay
Seorang pria menambak Walter Luebcke pada bulan ini.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Seorang laki-laki Jerman dengan ideologi eksterim kanan menjadi ditangkap polisi setelah diduga membunuh. Dia membunuh seorang pejabat yang mendukung kebijakan buka pintu kepada pengungsi yang dicanangkan Kanselir Angela Merkel. Laki-laki tersebut diidentifikasi sebagai Stephan E.

Stephan yang berusia 45 tahun menjadi tersangka pembunuhan Walter Luebcke. Juru bicara kejaksaan federal Jerman Markus Schmitt mengatakan Luebcke ditembak di kepala pada bulan ini.

"Kami yakin ini kejahatan yang dimotivasi ektremisme sayap-kanan," kata Schmitt, Selasa (18/6).

Schmitt mengatakan penyelidik mendapatkan kesimpulan berdasarkan pandangan yang diungkapkan tersangka secara terbuka serta tindakannya di masa lalu. Ia menambahkan pada saat ini belum ada indikasi Stephan anggota dari organisasi teroris sayap-kanan mana pun.

Schmitt mengatakan penyidik masih mencoba mencari tahu apakah tersangka juga terlibat dalam tindakan kejahatan lain. Surat kabar Jerman Die Zeit melaporkan tersangka memiliki sejarah kejahatan kebencian dalam beberapa dekade yang lalu.

Termasuk bom pipa tahun 1993 yang menyerang pemukiman pengungsi di Negara Bagian Hesse. Merkel mengatakan ia yakin rincian kasus ini 'akan diperiksa secara intensif'.

"Saya berharap kejelasan segera terungkap dengan lengkap," katanya.

Luebcke dibunuh di dekat rumahnya di pusat kota Kassel pada 2 Juni lalu. Ratusan orang menghadiri pemakamannya pada Sabtu lalu. Sekitar 1.300 orang menghadiri acara duka pada pekan lalu.

Luebcke anggota Partai Persatuan Kristen Demokratik yang mengusung Merkel. Ia maju dalam pemilihan pemerintah wilayah dan secara terbuka mendukung pendekatan Merkel yang membukakan pintu kepada imigran yang ingin masuk ke Eropa.

Kepolisian dan kejaksaan Negara Bagian Hessel membentuk gugusan tugas berisi 50 penyidik untuk menginvestigasi pembunuhan Luebcke. Stephan E. ditangkan pada Sabtu lalu. Mereka mengatakan DNA cocok dengan bukti yang ada di tempat kejadian pekara.

Schmitt mengatakan kini kasus tersebut diambilalih kejaksaan federal karena memiliki 'signifikansi khusus'. Penyidik kini sedang mengevaluasi alat penyimpan data digital tersangka yang disita saat penangkapan.

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan investigasi ini harus menjadi 'prioritas utama'. Anggota legislatif federal dari partai oposisi Demokrat Kebebasan  Stephan Thomae meminta komite parlemen untuk memeriksa kasus ini.

"Ekstrimis sayap-kanan yang menyerukan tindak kekerasan, atau yang melakukannya, harus merasakan kerasnya hukum, benar-benar tidak dapat diterima untuk rakyat kami diancam atau dibunuh karena pernyataan atau keputusan politiknya," kata Thomae.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA