Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Inggris Awasi Dominasi Iklan Digital Google dan Facebook

Jumat 05 Jul 2019 05:51 WIB

Rep: Umar Muchtar/ Red: Agung Sasongko

google facebook

google facebook

Foto: robertotorralbas.com
Google dan Facebook kuasai 70 persen pasar iklan digital Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID,  LONDON -- Otoritas Pasar dan Kompetisi Inggris (CMA) menyelidiki cara Google dan Facebook mengumpulkan dan mengeksploitasi data pribadi dan telah menggunakan kekuatan mereka untuk mendominasi pasar periklanan digital Inggris senilai 13 miliar poundsterling.

Investigasi tersebut dilakukan oleh CMA, terhadap dua pemain terbesar yakni Google dan Facebook. Ini untuk melihat apakah konsumen mampu dan mau mengendalikan bagaimana data tentang mereka digunakan dan dikumpulkan.

CMA berencana memeriksa kekhawatiran tentang bagaimana jaringan online menggunakan data pribadi orang. Termasuk apakah membuat data ini tersedia bagi pengiklan dengan imbalan tertentu, sehingga pengiklan tersebut bisa memuaskan konsumennya.

Ketua CMA, Andrew Tyrie, mengatakan, banyak hal tentang pasar yang berubah cepat, tetapi tertutup bagi kebanyakan orang. Tugas yang kami kerjakan yakni mengawasi mereka secara besar-besaran. Dan publik harus mengetahui soal platform digital global.

CMA juga akan menyelidiki apakah telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan oleh perusahaan teknologi AS itu, yang memperoleh pendapatan dengan jumlah besar dari iklan. Google dan Facebook diperkirakan akan mengendalikan lebih dari 70 persen pasar iklan digital Inggris di tahun depan.

Kondisi tersebut membuat pesaingnya sulit bersaing, sehingga merugikan konsumen. Pada 2020, Facebook akan membawa sekitar 3,8 miliar poundsterling. Angka ini sedikit di bawah nilai seluruh pasar TV komersial, 4 miliar poundsterling.

Namun Facebook bukan berarti tak pernah mendapat masalah. Juli lalu, Facebook didenda 500 ribu poundsterling oleh komisaris informasi karena kurangnya transparansi dan gagal melindungi informasi pengguna terkait skandal Cambridge Analytica.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA