Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Presiden Brasil Tunjuk Putranya Jadi Calon Dubes untuk AS

Jumat 12 Jul 2019 09:22 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Presiden Brasil Jair Bolsonaro berbicara saat penandatanganan dekrit yang melonggarkan kepemilikan senjata di istana kepresiden Planalto di Brasilia, Brasil, Selasa (7/5).

Presiden Brasil Jair Bolsonaro berbicara saat penandatanganan dekrit yang melonggarkan kepemilikan senjata di istana kepresiden Planalto di Brasilia, Brasil, Selasa (7/5).

Foto: AP Photo/Eraldo Peres
Presiden Brasil Bolsonaro terinspirasi Donald Trump dalam kampanye.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Presiden Brasil Jair Bolsonaro menawarkan kepada putranya, Eduardo Bolsonaro menjadi duta besar Brasil untuk Amerika Serikat (AS). Hal itu menggarisbawahi peran keluarga Bolsonaro yang akan berpengaruh dalam diplomasi dan politik di negara tersebut. 

Eduardo yang saat ini merupakan anggota kongres federal mengatakan, dia akan menerima tawaran tersebut jika dicalonkan. Bahkan, dia siap untuk mengundurkan diri dari Kongres, jika presiden menunjukkan sebagai duta besar. 

Baca Juga

"Jika itu adalah misi yang diberikan oleh presiden, saya akan menerimanya," kata Eduardo kepada wartawan, Jumat (12/7). 

Sementara, Presiden Bolsonaro mengungkapkan bahwa jabatan sebagai duta besar itu bergantung pada keputusan putranya. Penunjukan itu perlu disetujui oleh Komite Hubungan Luar Negeri Senat sebelum lolos ke majelis tinggi. Selain itu, jabatan sebagai duta besar juga tergantung dari pembicaraan antara Jair dengan Menteri Luar Negeri Ernesto Araujo.

Duta besar Brasil untuk AS sebelumnya telah pensiun pada April lalu. Presiden Bolsonaro mengatakan, kampanye dirinya dalam pilpres tahun lalu terinspirasi dari Presiden AS Donald Trump. Diketahui bahwa Trump mengangkat anggota keluarganya sebagai penasihat resmi. Oleh karena itu, Presiden Bolosonaro mengikuti jejak Trump dengan mengangkat anggota keluarganya dalam pemerintahan. 

Putra tertua Presiden Bolosnaro, Flavio mengajukan agenda sosial konservatifnya sebagai senator. Sementara putra Presiden Bolsonaro lainnya yakni Carlos merupakan tim komunikasi media sosial bagi ayahnya, dan telah memicu kontroversi dengan menyerang anggota kabinet Brasil. Sedangkan, Eduardo menjadi penasihat ayahnya untuk urusan luar negeri. 

Setelah pemilihan Presiden Bolsonaro pada Oktober lalu, Eduardo merupakan salah satu utusan pertama Brasil ke Washington. Ketika itu, Eduardo bertemu dengan penasihat sekaligus menantu Presiden Trump, Jared Kushner. Selama kunjungannya ke Gedung Putih, Presiden Trump mengungkapkan pujian kepada Eduardo dalam sebuah diskusi di Oval Office. Sementara, menteri luar negeri Brasil dan duta besar Brasil di Washington tidak ikut mendampingi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA