Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Kongo Konfirmasi Kasus Ebola Pertama di Goma

Senin 15 Jul 2019 11:25 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Petugas medis ebola bekerja di pusat kesehatan di Beni, Kongo bagian Timur.

Petugas medis ebola bekerja di pusat kesehatan di Beni, Kongo bagian Timur.

Foto: AP Photo/Al-hadji Kudra Maliro
Kementerian Kesehatan Kongo memastikan risiko penyebaran ebola di Goma rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, KINSHASA -- Kementerian Kesehatan Kongo mengonfirmasi kasus ebola pertama di Goma, kota di wilayah timur negara itu. Menurut laporan seorang warga yang berprofesi sebagai pendeta dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut, setelah pulang dari perjalanan pada Ahad (14/7).

Baca Juga

Pendeta itu diketahui melakukan perjalanan sejauh 200 kilometer atau 125 mil dari Butembo ke Goma. Nampaknya, ia tertular virus tersebut selama berada di sana karena melakukan kontak dengan orang-orang yang terinfeksi ebola.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan Kongo memastikan risiko penyebaran ebola di Goma rendah. Kementerian telah melakukan isolasi serta proses identifkasi seluruh penumpang dari Butembo yang mungkin melakukan kontak dengan pendeta tersebut.

“Karena pasien dengan cepat telah diidentifkasi dan diisolasi, serta kami melakukan identifkasi seluruh penumpang dari Butembo, maka risiko penyebaran virus ke seluruh Goma tetap rendah,” ujar Kementerian Kesehatan Kongo dalam sebuah pernyataan, dilansir BBC, Senin (15/7).

Sopir bus serta sebanyak 18 penumpang yang sempat melakukan perjalanan dengan pendeta tersebut akan divaksinasi segera, Senin (15/7)i. Kementerian Kesehatan juga telah mempersiapkan pencegahan wabah penyakit di Goma yang dimulai pada November 2018. Setidaknya tiga ribu petugas kesehatan di kota tersebut telah divaksinasi.

Wabah ebola telah melanda sejumlah negara di Afrika Barat secara luas pada 2014 hingga 2016. Sebanyak 28.616 orang dikonfirmasi terdampak wabah tersebut, dengan jumlah terbesar berada di Guiena, Liberia, dan Sierra Leone.

Sekitar 11.310 orang sepanjang tahun-tahun tersebut dilaporkan meninggal karena terjangkit ebola. Virus ini dapat menginfeksi manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, diantaranya adalah simpanse, kelelawar, dan kijang.

Ebola dengan cepat dapat menyebar, bahkan jika sempat melakukan kontak dengan sedikit cairan tubuh orang atau hewan yang terinfeksi. Selain itu, orang-orang dapat tertular secara tidak langsung melalui kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi.

Pada awalnya, mereka yang terinfeksi ebola akan mengalami demam, kelelahan hebat, hingga nyeri otot, dan sakit tenggorokan. Setelah itu, muntah-muntah, diare, hingga pendarahan dapat terjadi. Kebanyakan pasien yang terjangkit virus ini meninggal akibat dehindrasi dan kegagalan fungsi organ dalam tubuh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA