Rabu 07 Aug 2019 04:51 WIB

Peraih Nobel Sastra Toni Morrison Wafat

Toni Morrison menjadi tokoh Afrika-Amerika pertama yang menerima Nobel Sastra.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nur Aini
Toni Morrison, peraih nobel sastra 1993
Foto: AP Photo/Guillermo Arias, File
Toni Morrison, peraih nobel sastra 1993

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Penulis Amerika Serikat Toni Morrison meninggal dunia dalam usia 88 tahun, Senin (5/8) waktu setempat. Dia mengembuskan napas terakhirnya di Montefiore Medical Center Moses Division, Kota New York.

Perempuan kelahiran Lorain, Ohio, itu mendapat penghargaan Nobel Sastra pada 1993, menjadi tokoh Afrika-Amerika pertama yang menerimanya. Pada 1987, dia menulis novel roman yang memenangkan penghargaan Pulitzer.

Baca Juga

Novel berjudul Beloved itu dibuat selama Perang Sipil AS dan berdasarkan kisah nyata. Inspirasinya adalah Sethe, perempuan yang membunuh putrinya yang berusia dua tahun untuk menghindarkannya dari perbudakan. 

Karya Morison sukses secara komersial dan mendapat apresiasi positif dari banyak pihak. Banyak kritikus menganggap karya itu bergaya liris sekaligus mengusung isu ras, jenis kelamin, dan cinta.

Pada 1998, novel diadaptasi menjadi film layar lebar dengan sutradara Jonathan Demme dan pemeran Oprah Winfrey. Kisahnya juga dituangkan dalam drama radio selama 10 episode yang disiarkan BBC Radio 4 sejak Januari 2016.

Tidak hanya Beloved, Morrison bahkan sudah menggebrak sejak novel pertamanya. Buku perdana yang dia tulis pada usia 39 tahun berjudul The Bluest Eye, tentang gadis berkulit hitam yang ingin memiliki mata biru.

Karya Morrison lainnya termasuk Song of Solomon (1977) yang memenangkan National Book Critics Circle Award, juga Tar Baby (1981) dan God Help the Child (2015). Dia juga menulis esai, antologi, dan kritik sastra.

Setelah lulus dari Universitas Howard di Washington, Morrison mendapat gelar master dari Universitas Cornell. Selain menulis buku, dia pernah menjadi editor di penerbit Random House dan mengajar di Universitas Princeton.

Pada 2012, Presiden AS ke-44 Barack Obama menganugerahinya Presidential Medal of Freedom. Menurut Obama, Morrison adalah harta nasional, pendongeng yang baik, dan memiliki pribadi menawan seperti karyanya.

"Tulisannya tidak hanya indah tetapi bermakna, sebuah tantangan bagi hati nurani kita dan seruan untuk empati yang lebih besar," kata Obama kala itu pada sebuah unggahan Facebook, dikutip dari laman Reuters.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement