Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

India Batalkan Layanan Samajhuta Express dengan Pakistan

Selasa 13 Agu 2019 03:00 WIB

Red: Nidia Zuraya

Anak India di stasiun kereta api di New Delhi, India. (Ilustrasi)

Anak India di stasiun kereta api di New Delhi, India. (Ilustrasi)

Foto: AP/Manish Swarup
Samajhuta Express melayani perjalanan dari Kota New Delhi ke Kota Lahore

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- India pada Ahad (11/8) membatalkan dan menghentikan perjalanan kereta Samajhuta Express. Pembatalan tersebut dilakukan beberapa hari setelah Pakistan melakukan tindakan serupa di wilayahnya.

Baca Juga

Layanan kereta dwi-mingguan tersebut menghubungkan Kota Lahore di bagian timur-laut Pakistan dan Ibu Kota India, New Delhi, melalui tempat penyeberangan perbatasan Wagah. Di dalam satu pernyataan, Kepala Pejabat Hubungan Masyarakat Kereta Utara Deepak Kumat mengatakan, sebagai konsekuensi dari keputusan Pakistan untuk membatalkan layanan Samjahuta Express 14607/14608 antara Lahore dan Attari, maka hubungan kereta ekspres nomor 14001/14002 yang berlangsung antara New Delhi dan Attari juga dibatalkan.

Menurut banyak pejabat, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Turki, Anadolu, Senin (12/8), hanya dua penumpang telah membeli tiket buat layanan perjalanan pada Ahad (11/8).

Pada 8 Agustus, Pakistan membekukan layanan kereta tersebut ke India di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua tetangg yang bersenjata nuklir itu, setelah New Delhi menghapuskan status khusus wilayah sengketa Jammu dan Kashmir.

Layanan Kereta Samjahuta Express juga dibekukan pada awal tahun ini, setelah ketegangan meningkat antara kedua negara. Layanan itu belakangan dilanjutkan lagi.

Ketegangan antara Islamabad dan New Delhi meningkat setelah tindakan India membatalkan status khusus Jammu dan Kashmir yang memungkinkan warga Kashmir melaksanakan hukum mereka sendiri dan mencegah orang luar menetap dan memiliki tanah di wilayah itu.

Para pemimpin dan warga Kashmir khawatir tindakan itu adalah upaya oleh pemerintah India untuk mengubah demografi negara bagian yang kebanyakan warganya orang Muslim tersebut, tempat beberapa kelompok telah memerintah kekuasaan India bagi kemerdekaan, atau penyatuan dengan tetangga India, Pakistan.

Pakistan juga telah menurunkan hubungan diplomatik dengan India, membekukan perdagangan dan mengusir komisaris tinggi India. Beberapa bagiah Wilayah Himalaya itu dikuasai oleh India dan Pakistan dan diklaim secara keseluruhan oleh keduanya.

Sejak pemisahan mereka pada 1947, kedua negara tersebut telah tiga kali terlibat perang --pada 1948, 1965 dan 1971-- dua di antaranya mengenai Kashmir. Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan telah tewas dalam konflik di wilayah itu sejak 1989.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA