Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Baznas Kirim 86 Ekor Kambing untuk Pengungsi Palestina

Ahad 11 Aug 2019 22:58 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Nashih Nashrullah

Hewan Kurban (Ilustrasi)

Hewan Kurban (Ilustrasi)

Foto: Republika TV/Muhammad Rizki Triyana
Para pengungsi Palestina juga yang ada di Amman, Yordania.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) telah mengirimkan 86 ekor kambing untuk pengungsi Palestina di negara tersebut dan di Amman, Yordania.  

Baca Juga

"Kami bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan dari salah satu keluarga Yordania Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO)," Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, kepada Republika.co.id, Ahad (11/8).

Kambing tersebut dibeli di mitra JHCO di Yordania dengan jenis kambing yang ada di negara tersebut. Baznas hanya mendapatkan laporan dari pembayaran kurban dan biaya operasional yang digunakan.  

Selain Palestina, kata dia, tahun ini Baznas pusat menargetkan 1.500 ekor hewan kurban yang terhimpun. Untuk hari pertama Idul Adha, telah terkumpul 1.700 ekor.

"Di hari pertama saja sudah melebihi dari target yang diharapkan, dibandingkan tahun lalu saja ini sudah lebih dari dua kali lipat," ujar dia. 

Tahun lalu Baznas hanya menghimpun 723 ekor hewan kurban. Sedangkan jumlah penghimpunan secara nasional hingga saat ini Arifin belum mendapatkan laporan. 

Nantinya seluruh hewan kurban yang telah dihimpun ini di didistribusikan kepada masyarakat di 32 kabupaten/kota dan 23 propinsi. Arifin mengajak masyarakat di perkotaan untuk berkurban untuk masyarakat pedesaan.

Sebenarnya di pedesaan konsumsi daging minim bukan karena tidak ada sapi atau kambing. Tetapi daya beli masyarakat desa yang kurang karena biasanya peternak tersebut bukanlah pemilik hewan, mereka hanya pekerja saja. 

Sehingga adanya desa binaan Baznas diharapkan, dana kurban dapat tersalurkan di pedesaan, mereka juga menyembelih dan mendapatkan daging kurban untuk dikonsumsi. 

Saat ini sebenarnya tidak perlu lagi membaw ahewan kurban ke kota besar, menyembelih kemudian membawanya ke desa. 

Apalagi jika pembagian daging dilakukan di kota kurang efektif karena masyarakat kota besar sudah sangat berlebihan mengkonsumsi daging. Kedepannya Baznas ingin menargetkan jumlah kurban dua kali lipat dari hewan kurban yang dihimpun tahun ini.

Sehingga luas sebaran hewan kurban dari peternak pun semakin banyak. Baznas masih menerima pengkurban hingga hari kedua tasyrik, Selasa (13/8). 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA