Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Kantor Imigrasi AS Jadi Sasaran Penembakan

Rabu 14 Agu 2019 14:51 WIB

Rep: Lintar Satria / Red: Nur Aini

Ilustrasi Penembakan

Ilustrasi Penembakan

Foto: Pixabay
Penembakan di Kantor Imigrasi AS mengincar pegawai pemerintah federal.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN ANTONIO -- Kantor Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (AS) yang disebut ICE ditembak. FBI mengatakan penembakan itu mengincar pegawai pemerintah federal. 

Dilansir dari BBC, Rabu (14/8), penembakan terjadi pukul 03.00 pagi di kantor ICE di San Antonio. Dua bangunan yang bersebelahan kantor ICE terbakar. Dalam pernyataannya, FBI mengatakan tidak ada yang terluka dalam kejadian itu. 

Baca Juga

FBI mengatakan sedang 'memeriksa rekaman kamera pengawas. Media AS melaporkan belum ada yang ditangkap atas kejadian tersebut dan penyelidik masih mencari pelakunya. 

Dalam pernyataannya ICE menyatakan penembakan itu sebagai 'retorika politik' dan 'mis-informasi' terhadap kebijakan imigrasi pemerintahan Donald Trump. Di bawah pemerintahan Trump, ICE dihujani kecaman atas perlakuan buruk mereka terhadap imigran ilegal di pusat penahanan perbatasan AS-Meksiko. 

"Wacana publik yang mengganggu ini menyelubungi fungsi penting penegakan hukum dan menempatkan petugas kami dalam bahaya yang tidak perlu," kata Direktur ICE San Antonio Daniel Bible. 

Kepala FBI San Antonio Christopher Combs menyebut penembakan 'tindakan pengecut, kurang ajar dan tindak kekerasan'. Combs mengatakan siapa pun yang bertanggung jawab atas penembak itu sudah melakukan sedikit riset. Karena mereka tahu dilantai berapa ICE berada dan siapa yang ingin mereka tembak. 

"Semua penembakan ini kami temukan di lantai di mana kantor ICE berada," kata Combs. 

Walaupun tidak ada yang terluka, Combs mengatakan kasus tersebut dapat menjadi kasus percobaan pembunuhan terhadap petugas federal. Karena, peluru-peluru yang ditembakkan hanya meleset dua inci dari sasaran penembakan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA