Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Kelompok Sayap Kanan AS Bentrok dengan Organisasi Antifasis

Ahad 18 Aug 2019 08:40 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Bendera Amerika Serikat

Bendera Amerika Serikat

Kelompok sayap kanan dan kelompok antifasis berkumpul di Portland, Oregon.

REPUBLIKA.CO.ID, PORTLAND -- Kelompok-kelompok sayap kanan dan kelompok antifasis berkumpul di pusat kota Portland, negara bagian Oregon, Amerika Serikat (AS). Para anggota kelompok Proud Boys dan Three Perscenters mulai berkumpul pada Sabtu (17/8) pagi waktu setempat, serta menyerukan "Akhiri Terorisme Domestik".

Beberapa di antara mereka mengenakan pakaian berwarna hitam, helm, dan masker. Polisi telah menyita sejumlah senjata seperti tongkat logam dan tongkat kayu, semprotan, serta perisai dari kelompok yang mengikuti aksi. Polisi juga telah menangkap 13 orang peserta aksi.

Baca Juga

Puluhan petugas keamanan lokal, negara bagian, dan federal termasuk FBI berada di Portland untuk mengamankan aksi yang diikuti oleh ratusan orang tersebut. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, pengawasan keamanan di Portland telah ditingkatkan menyusul ada kekhawatiran bentrokan dengan kelompok-kelompok sayap kanan tersebut. 

"Portland diawasi dengan sangat hati-hati. Mudah-mudahan wali kota dapat melakukan tugasnya dengan baik. Pertimbangan utama diberikan untuk menyebut Antifa sebagai 'organisasi teror'," ujar Trump dalam cicitannya di Twitter, dilansir Aljazirah, Ahad (18/8).

Antifa merupakan sebutan bagi kelompok antifasis dan merujuk pada koalisi internasional yang terdiri dari aktivis, dan pengunjuk rasa yang menentang ideologi sayap kanan. Unjuk rasa sayap kanan sebagian besar diikuti oleh anggota kelompok Proud Boys. Organisasi hak-hak sipil, Southern Poverty Law Center mengklasifikasikan Proud Boys sebagai kelompok kebencian. 

Proud Boys menyebut diri mereka sebagai kelompok muda "chauvinis Barat". Para pemimpin Proud Boys menyatakan, tujuan mereka menggelar aksi adalah agar gerakan antifa dinyatakan sebagai organisasi teror domestik. Hal ini merujuk pada insiden kekerasan yang diduga melibatkan anggota gerakan antifa yang terorganisir.

Pihak berwenang menutup jembatan dan jalan-jalan untuk memisahkan kelompok sayap kanan dan kelompok antifasis. Sore hari, sebagian besar kelompok sayap kanan telah meninggalkan daerah itu melalui jembatan. Namun ratusan orang lainnya tetap berada di pusat kota dan terjadi bentrokan kecil. 

Juru bicara Kepolisian Portland, Tina Jones mengatakan, satu orang terluka akibat bentrokan tersebut dan telah dibawa dengan ambulans ke rumah sakit terdekat. Sementara ada tiga orang lain yang terluka dan telah dievakuasi oleh petugas medis. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA