Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Panas Ekstrem, Jepang Kerahkan Ambulans untuk Olimpiade 2020

Selasa 20 Aug 2019 07:48 WIB

Red: Ani Nursalikah

Logo Olimpiade Tokyo 2020.

Logo Olimpiade Tokyo 2020.

Foto: EPA
Suhu panas di Jepang saat Olimpiade diperkirakan 35 derajat Celsius.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Cuaca panas ekstrem yang bisa berdampak kepada keselamatan atlet dan penonton menjadi kekhawatiran yang harus diantisipasi panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralympic Games 2020 di Tokyo.

Baca Juga

Salah satu antisipasi yang dilakukan adalah mengerahkan lebih banyak mobil ambulans dan alat-alat bantu kesehatan. Cuaca saat Olimpiade Tokyo pada 24 Juli hingga 9 Agustus serta Paralympic pada 25 Agustus hingga 6 September 2020, diperkirakan bakal mencapai puncaknya. Kondisi tersebut seperti halnya kondisi pada pekan-pekan ini dan periode yang sama 2018 di mana rata-rata temperatur melebih 35 derajat Celsius.

Saat musim panas 2018 tercatat 8.295 orang warga Tokyo harus dilarikan ke rumah sakit karena diduga terserang penyakit yang terkait dengan cuaca panas ekstrem. Kota Tokyo akan mengerahkan sekitar 260 ambulans di berbagai tempat untuk keperluan atlet dan suporter Olimpiade. Mereka juga menambah jumlah tenaga medis di bawah koordinasi departemen pemadam kebakaran.

"Kami ingin mempersiapkan suatu lingkungan di mana para pendatang bisa tinggal tanpa ada rasa ketakutan," kata seorang pejabat departemen pemadam kebakaran Tokyo, seperti dikutip Kyodo, Selasa (20/8).

Kekhawatiran gangguan kesehatan saat puncak musim panas tahun depan juga disampaikan oleh sejumlah pengurus cabang olahraga yang pekan lalu melakukan uji coba Olimpiade. Di antaranya pada cabang dayung saat uji coba pekan lalu, sejumlah atlet harus menjalani perawatan di rumah sakit diduga karena serangan panas. Sementara pada cabang uji coba cabang triatlon, panitia memutuskan mengurangi jarak dalam segmen lari menjadi setengah dari jarak yang seharusnya ditempuh atlet karena khawatir jatuh korban akibat panas dan kelembaban yang tinggi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA