Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

Kamis, 18 Safar 1441 / 17 Oktober 2019

AS Masukkan Perusahaan Teknologi Cina ke Daftar Hitam

Selasa 08 Okt 2019 07:33 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

teknologi pengenal wajah.

teknologi pengenal wajah.

Foto: Engadget
Perusahaan teknologi Cina dinilai digunakan untuk menekan kelompok minoritas.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) memasukkan sekelompok perusahaan Cina yang mengembangkan teknologi pengenal wajah dan kecerdasan artifisial lainnya. Alasan AS karena perusahaan-perusahaan itu mengembangkan teknologi yang digunakan untuk menekan kelompok minoritas di Cina.

Baca Juga

Langkah Departemen Perdagangan AS tersebut dilakukan pada Selasa (8/10). Mereka memasukkan perusahan-perusahaan ke dalam apa yang dinamakan Daftar Entitas.

"Pemerintah AS dan Departemen Perdagangan tidak dapat dan tidak akan menoleransi penindasan brutal etnis minoritas di Cina," kata Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross.

Perusahaan-perusahaan teknologi Cina itu dianggap telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kepentingan kebijakan luar negeri AS. Hal itu membuat perusahaan-perusahaan AS dilarang menjual teknologi ke perusahaan Cina yang dimasukkan ke dalam daftar hitum tanpa persetujuan pemerintah.

Perusahaan Cina yang dimasukkan ke daftar hitam itu, salah satunya Hikvision, perusahaan penyedia teknologi video pengawasan. Perusahaan kecerdasan artifisial Cina lainnya seperti Sense Time, Megvii, dan iFlyfek juga masuk dalam daftar hitam.

Sebelumnya, Departemen Perdagangan Cina memasukkan Huawei dan 100 afiliasinya ke dalam Daftar Entitas. Masuknya Huawei ke daftar itu merugikan banyak pedagang AS yang bergantung dengan pendapatan dari penjualan produk perusahaan telekomunikasi raksasa itu.  

Washington dan kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam China. Hal itu karena membangun fasilitas yang para pakar PBB gambarkan sebagai pusat penahanan massal lebih dari 1 juta etnik Uighur dan masyarakat minoritas muslim lainnya.

Pada April, sekelompok anggota parlemen AS mendesak langkah untuk menekan perusahaan Cina. Sebab, telah 'terlibat dalam pelanggaran hak asasi'. Mereka menyinggung Hikvision. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA