Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Pengungsi Somalia Tembus 2,6 Juta Jiwa di Dalam Negeri

Rabu 23 Okt 2019 07:18 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nur Aini

Korban kekeringan Somalia di pemukiman pengungsi sementara di daerah Dollow, Somalia, Selasa (4/4). Mereka mengeluhkan kekurangan makanan yang disediakan di kamp tersebut.

Korban kekeringan Somalia di pemukiman pengungsi sementara di daerah Dollow, Somalia, Selasa (4/4). Mereka mengeluhkan kekurangan makanan yang disediakan di kamp tersebut.

Foto: Zohra Bensemra/Reuters
Warga Somalia mengungsi akibat ketidakamanan, kekeringan, dan banjir.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Sebanyak 2,6 juta orang di Somalia telah mengungsi di tengah ketidakamanan, kekeringan, dan banjir. Hal itu disampaikan oleh badan migrasi PBB dalam sebuah laporan pada Selasa (21/10).

Baca Juga

"Somalia selama hampir tiga dekade berada dalam pergolakan konflik, sekarang menambah kekeringan terbaru dan hasilnya adalah pemindahan dan kekurangan pangan," kata laporan yang dirilis oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (23/10).

Pengungsian di Somalia terutama terjadi pada paruh pertama tahun ini. Mereka tetap mengungsi di dalam negeri. Ada sekitar 5,4 juta orang dari 15 juta yang tinggal di negara itu diperkirakan mengalami kondisi rawan pangan, sementara sekitar 2,2 juta dari populasi di sana berada dalam kondisi kerawanan pangan akut yang parah.

Laporan PBB itu mengungkapkan, bahwa lebih dari setengah populasi di Somalia hidup dalam kemiskinan, dengan tingkat kemiskinan tertinggi ditemukan di permukiman pengungsian. Somalia juga memiliki populasi pengungsi yang cukup besar di luar negeri, yakni hampir 900 ribu berdasarkan Laporan Global Trends UNHCR yang dikeluarkan pada Juni 2019. Sebagian besar pengungsi itu mengungsi karena konflik yang berkepanjangan.

Somalia menghadapi perang saudara pada 1991 setelah penggulingan mendiang Presiden Mohamed Siad Barre. Sejak itu, Somalia tetap berada dalam cengkeraman kekerasan berkala.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA