Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Pendiri White Helmets Meninggal Setelah Minum Pil Tidur

Selasa 12 Nov 2019 14:16 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Pendiri White Helmets James Le Mesurier meninggal dunia, Senin (11/11).

Pendiri White Helmets James Le Mesurier meninggal dunia, Senin (11/11).

Foto: James Le Mesurier/Twitter
Suriah dan Rusia menuduh White Helmets sebagai organisasi mata-mata asing.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Mantan perwira Inggris yang mendirikan organisasi kemanusiaan White Helmets ditemukan meninggal dunia di dekat rumahnya di Istanbul. James Le Mesurier CEO May Day Rescue dan pendiri White Helmets yang juga dikenal Syrian Civil Defense, sebuah organisasi yang melatih sukarelawan untuk melakukan aksi kemanusiaan di Suriah.

Baca Juga

Kantor berita Turki Anadolu melaporkan Le Mesurier ditemukan oleh warga distrik Beyoglu yang sedang berjalan menuju masjid.  

"Keluarga Syrian Civil Defense mengungkapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarganya, dan kami mengucapkan duka dan solidaritas kepada keluarganya, sudah menjadi tugas kami untuk menghargai aksi kemanusiaan yang ia lakukan, yang akan selalu diingat rakyat Suriah," kata Syrian Civil Defense dalam pernyataan mereka, Ahad (11/11).

Pada pekan lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menuduh Le Mesurier sebagai mantan mata-mata Inggris. Zakharova menuduhnya melakukan misi di seluruh dunia termasuk di Balkan dan Timur Tengah.

"Mengingat peran Barat dalam merusak stabilitas di kawasan, tidak sulit mengasumsikan apa yang dilakukan perwira intelijen Inggris di sana," katanya.

Pernyataan Zakharova tampaknya didukung oleh ucapan Pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris. Pejabat tersebut mengatakan White Helmets sedang dalam tekanan.

Kantor berita DHA melaporkan pihak berwenang sedang menyelidiki apakah Le Mesurier melakukan bunuh diri atau tidak. Sebab, ia diduga meminum pil anti-depresan.

Anadolu juga melaporkan istri Le Mesurier memberitahu polisi suaminya meminum obat untuk mengatasi 'stress berat'. Istri Le Mesurier mengatakan mereka pindah ke lingkungan yang lebih dekat ke pusat kesehatan.

Anadolu melaporkan istrinya memberitahu polisi Le Mesurier tidak bisa tidur hingga jam 04.00 pagi. Lalu laki-laki 48 tahun itu pun meminum pil tidur. Dua jam kemudian ia pun terbangun karena bel dibunyikan.

Ia mengintip dari jendela di apartemen mereka yang terletak di lantai tiga. Saat itu ia sudah melihat tubuh suaminya di pinggir jalan. 

Kantor Gubernur Istanbul mengatakan 'akan menggelar penyelidikan yudisial dan administratif secara komprehensif'. Anadolu melaporkan polisi tidak menemukan ada orang yang masuk atau meninggalkan rumah Le Mesurier saat kejadiaan. Polisi yakin juga Mesurier sudah meninggal saat jatuh.

Pemerintah Suriah dan sekutunya termasuk Rusia mengkritik sukarelawan White Helmets. Mereka menuduh organisasi itu sebagai mata-mata kekuatan asing, teroris karena bekerja di wilayah yang dikuasai pemberontak dan terlibat dalam serangan kimia.

Kelompok yang memiliki lebih dari 3.000 sukarelawan itu mengatakan telah menyelamatkan ribuan nyawa sejak tahun 2013. Mereka juga mendokumentasikan serangan yang dilakukan pemerintah Suriah terhadap warga dan infrastruktur sipil.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA