Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Evo Morales Dilarang Maju dalam Pemilihan Presiden Bolivia

Jumat 15 Nov 2019 15:02 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Evo Morales

Evo Morales

Foto: EPA/Stephanie Lecocq
Evo Morales yang mundur dari presiden Bolivia dinilai telah melewati masa jabatan.

REPUBLIKA.CO.ID, LAPAZ -- Presiden sementara Bolivia larang Evo Morales mencalonkan diri dalam pemilihan presiden berikutnya. Alasannya karena ia telah melewati batas masa jabatan presiden. Tapi pemerintahan Jeanine Anez ingin menggelar dialog dengan partai sosialis Morales yang masih sangat berpengaruh.

Baca Juga

"Evo Moralez tidak memenuhi syarat maju untuk masa jabatan keempat," kata mantan senator Anez, dalam konferensi pers, Jumat (15/11).

Kini Anez berusaha memenangkan Bolivia yang terpecah menjadi dua kelompok. Anez mengatakan Morales yang berkuasa sejak 2006 sudah melewati batas masa jabatan presiden.

"Kami semua mengalami gejolak politik dan karena ini begitu banyak rakyat Bolivia berdemonstrasi ke jalan," katanya.

Morales mengundurkan diri karena unjuk rasa besar-besaran yang dipicu hasil pemilihan umum. Kini, ia sudah terbang dan mendapatkan suaka di Meksiko.

Morales mundur setelah ditemukan kejanggalan dalam pemilihan umum yang digelar pada 20 Oktober. Kerusuhan membuat militer menarik dukungannya dan memintanya untuk mundur walaupun hasil referendum 2016 menentang perubahan aturan masa jabatan presiden. Pada 2017, Partai Gerakan Sosialis (MAS) yang mengusung Morales mengajukan perubahan tersebut melalui Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung Boliva mengizinkan perubahan tersebut. Keputusan tersebut yang membuat Morales dapat maju kembali dalam pemilihan umum 2019. Anez mengatakan MAS yang menguasai Kongres dapat berpartisipasi dalam pemilihan umum.

"Mereka harus mulai mencari kandidat," kata Anez.

Salah satu menteri yang ditunjuk Anez, Jerjes Justiniano mengatakan pemerintahan sementara berusaha melakukan perundingan dengan MAS. Demi mengakhiri kerusuhan yang kini ditambah dengan unjuk rasa yang dilakukan pendukung Morales.

"Kami sedang melakukan dialog, kami sedang berbicara," katanya Justiniano di stasiun televisi United.

Ia menambahkan MAS memastikan agar Morales dapat pulang dengan bebas ke Bolivia. Menurutnya, hal itu bukan masalah bagi pemerintahan saat ini.

"Tidak ada masalah dengan itu, hanya menambah satu warga sipil," ujarnya.

Anez belum mengumumkan tanggal pasti pemilihan umum berikutnya. Tapi berdasarkan konstitusi ia memiliki waktu 90 hari sejak ia mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara menggunakan garis suksesi presiden yang ditetapkan konstitusi.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA