Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Survei: Boris Johnson Diprediksi Unggul di Pemilu Inggris

Jumat 13 Dec 2019 07:52 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Pemimpin Partai Konservatif sekaligus Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Exit poll mengindikasi Partai Konservatif Inggris yang mengusung Boris Johnson unggul di Pemilu Inggris. Ilustrasi.

Pemimpin Partai Konservatif sekaligus Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Exit poll mengindikasi Partai Konservatif Inggris yang mengusung Boris Johnson unggul di Pemilu Inggris. Ilustrasi.

Foto: Aaron Chown/PA via AP
Exit poll mengindikasi Partai Konservatif Inggris yang mengusung Boris Johnson unggul

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Exit poll mengindikasi Partai Konservatif Inggris yang mengusung Perdana Menteri Boris Johnson akan meraih suara mayoritas di Parlemen dalam pemilihan umum. Hal ini akan membuat Johnson dapat mewujudkan rencananya untuk mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa bulan depan.

Survei yang dirilis setelah tempat pemungutan suara ditutup memprediksi Partai Konservatif akan meraih 368 dari 650 kursi di House of Commons dan Partai Buruh sebanyak 191 kursi. Hal ini akan menjadi kemenangan terbesar Konservatif dari Buruh selama beberapa dekade.

Hasil Exit poll ini berdasarkan wawancara dengan pemilih di 144 tempat pemungutan suara di seluruh Inggris. Jajak pendapat yang digelar untuk konsorsium stasiun televisi Inggris ini dapat diandalkan walaupun bukan indikator hasil akhir yang mutlak.

Jajak pendapat juga memprediksi Partai Nasional Skotlandia meraih 55 kursi dan Partai Demokrat Liberal 13 kursi. Surat suara sedang dihitung dan hasilnya akan segera diumumkan petugas pemungutan suara.

Kemenangan Konservatif menunjukkan Johnson mengambil keputusan yang tepat untuk mendesak digelarnya pemilihan umum cepat. Seharusnya pemilihan umum baru digelar dua tahun lagi.

Johnson mengatakan jika Konservatif menjadi mayoritas di Parlemen maka rencana Brexit yang ia ajukan dapat diratifikasi Parlemen dan mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa sesuai jadwal yakni 31 Januari.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA