Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Rabu, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 Januari 2020

Kalah Pemilu, Jeremy Corbyn Minta Maaf

Ahad 15 Des 2019 18:33 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Indira Rezkisari

Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn.

Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn.

Foto: AP
Kekalahan Jeremy Corbyn menjadi kekalahan terburuk partainya sejak 1935.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn meminta maaf atas kekalahan telak partainya dalam pemilihan umum Inggris pekan ini. Tapi ia mempertahankan kampanyenya yang gagal beresonansi dengan kelas pekerja yang menjadi basis massa Partai Buruh.

Dalam pemilihan Kamis (12/12) lalu Partai Konservatif yang mengusung Perdana Menteri Boris Johnson memenangkan 365 dari 650 kursi di House of Commons. Sementara Partai Buruh hanya mendapatkan 203 kursi. Kekalahan terburuk mereka sejak tahun 1935.

"Saya minta maaf kami tidak berhasil (mendapatkan banyak kursi) dan saya bertanggung jawab untuk itu," kata Corbyn dalam surat yang dipublikasikan surat kabar Sunday Mirror, Ahad (15/12).

Corbyn diterpa hujan kritikan dari partainya sendiri setelah kekalahan telak ini. Ia mengatakan akan turun sebagai ketua Partai Buruh 'setelah masa refleksi'.

Proses mencari penggantinya akan dimulai pada awal tahun depan. Tapi beberapa pihak sudah meminta Corbyn segera mundur.

"Saya tetap bangga dengan kampanye yang kami perjuangkan, saya bangga tidak peduli betapa rendahnya lawan kami, kami menolak untuk bergabung dengan mereka di selokan," kata Corbyn.

Kebijakan Corbyn gagal menarik suara pemilih lebih lelah dengan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa yang sudah memakan waktu tiga tahun. Sementara Johnson mengkampanyekan tiga kata 'segera tuntaskan Brexit'.

Walaupun kalah Corbyn tetap bangga dengan pesan yang ia sebarkan selama kampanye. "Saya bangga dengan pesan kami satu harapan, dibandingkan ketakutan," kata Corbyn, dilansir dari AP.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA