Ahad 05 Jan 2020 16:34 WIB

Pasukan AS Sudah Mulai Berangkat ke Timur Tengah

3.500 pasukan diberangkatkan ke Kuwait menyusul kematian Jenderal asal Iran

Rep: Lintar Satria/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
  Pasukan militer Amerika di Fort Hood, Texas.
Foto: Erich Schlegel/AP
Pasukan militer Amerika di Fort Hood, Texas.

REPUBLIKA.CO.ID, FORT BRAGG--Ribuan pasukan Amerika Serikat (AS) yang dikerahkan ke Timur Tengah sudah mulai melakukan perjalanan dari Fort Bargg, North Carolina pada Sabtu (4/1). Mereka akan ditempatkan di Kuwait menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah AS membunuh jenderal Iran.

Pada Ahad (5/1) juru bicara Divisi Penerjun 82 Letnan Kolonel Mike Burns mengatakan sebanyak 3.500 pasukan akan dikirimkan dalam beberapa hari ke depan. Pasukan itu anggota brigade divisi pengerahan cepat dikenal Immediate Response Force atau Pasukan Cepat Tanggap.

Baca Juga

Burns mengatakan satu grup akan bergabung dengan 700 pasukan yang sudah berada di Kuwait pada awal pekan ini. Pada Sabtu hanggar di Fort Bragg dipenuhi oleh peralatan tempur dan pasukan yang kelelahan.

Beberapa diantaranya mencoba tidur beberapa menit di kursi-kursi kayu dan bus-bus. Pengerahan pasukan tambahan menunjukkan Washington khawatir dengan potensi serangan balasan dari Iran.

Setelah pesawat tanpa awak AS membunuh Jenderal Qassem Soleimani, kepala Pasukan Elit Quds. AS menuduh Soleimani orang dibalik serangan-serangan terhadap pasukan AS dan sekutu-sekutunya dalam beberapa dekade terakhir.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan udara di dekat bandara internasional Baghdad. Iran bersumpah akan membalas serangan tersebut.

Sumpah Iran meningkatkan kemungkinan perang terbuka. Tapi belum diketahui kapan dan bagaimana Teheran menanggapi pembunuhan ini.

Pasukan yang akan meninggalkan Fort Bragg tidak dapat diwawancarai. Tapi militer merilis rekaman video yang berisi wawancara seorang kru pesawat. Kru yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan ia sudah membuat rencana tahun baru tapi ia ditelepon dan diminta membantu memuat barang bawaan tentara.

"Kami bertanggung jawab untuk memuat kargo, hampir seluruh skuadron kami mendapat peringatan, seperti sekelompok pesawat datang ke sini, saya sedang bersiap untuk keluar malam tahun baru ketika mereka menelepon saya," katanya.

Dalam rekaman video itu terlihat para tentara yang memakai seragam memasuki pesawat. Mereka membawa ransel dan senjata laras panjang. Pasukan AS juga memuat Humvees ke dalam kargo dan dirantai untuk dibawa ke Timur Tengah.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement