Jumat 17 Jan 2020 08:19 WIB

Yunani akan Memiliki Presiden Perempuan Pertama

Partai oposisi Yunani menyetujui Ekaterini Sakellaropoulou sebagai calon presiden.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Reiny Dwinanda
Hakim tinggi Yunani, Ekaterini Sakellaropoulou, akan menjadi perempuan pertama yang menjadi presiden Yunani setelah partai oposisi menyetujui kandidat dari kubu pemerintah.
Foto: EPA
Hakim tinggi Yunani, Ekaterini Sakellaropoulou, akan menjadi perempuan pertama yang menjadi presiden Yunani setelah partai oposisi menyetujui kandidat dari kubu pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA -- Partai-partai oposisi terkemuka di Yunani telah menyetujui calon presiden yang diusung kubu pemerintah, yakni hakim tertinggi, Ekaterini Sakellaropoulou. Warga Yunani pun akan memilih presiden perempuan pertama dalam pemilihan umum yang dilangsungkan pada 22 Januari mendatang.

Pemimpin sayap kiri oposisi utama Alexis Tsipras mengatakan, Sakellaropoulou adalah hakim luar biasa dan pembela hak asasi manusia. Sementara itu, Partai sosialis KINAL juga mengatakan, pihaknya akan mendukung pencalonan Sakellaropoulou.

Baca Juga

Perdana Menteri Kyriakos Mitsotakis mengumumkan pencalonan Sakellaropoulou dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Rabu.

"Sudah waktunya bagi Yunani untuk membuka diri ke masa depan," ujar Mitsotakis, dilansir Aljazirah.

Mitsotakis mengatakan bahwa, seleksi calon presiden telah mendobrak tradisi. Terlebih, Sakellaropoulou adalah perempuan dan bukan anggota partai politik.

"Ini adalah wujud persatuan dan kemajuan," kata Mitsotakis.

Sakellaropoulo adalah seorang pakar hukum tata negara dan lingkungan yang mengenyam pendidikan di Prancis. Dia diperkirakan dapat meraih lebih dari 260 suara dalam pemilihan presiden.

Dibutuhkan 200 suara untuk dapat lolos menjadi presiden yang akan mengemban masa jabatan selama lima tahun. Masa jabatan Presiden Prokopis Pavlopoulos berakhir pada Maret 2020.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement