Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Hong Kong Nyatakan Wabah Virus Corona Suatu Keadaan Darurat

Sabtu 25 Jan 2020 19:13 WIB

Rep: Desy Susilawati / Red: Andi Nur Aminah

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien yang diduga terpapar virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien yang diduga terpapar virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Handout via REUTERS
Ini adalah tingkat peringatan tertinggi di kota Hong Kong terkait virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hong Kong pada Sabtu (25/1) mendeklarasikan wabah virus corona sebagai keadaan darurat. Ini adalah tingkat peringatan tertinggi di kota itu.

Baca Juga

Sebelumnya pihak berwenang di sana meningkatkan langkah-langkah yang bertujuan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi lebih lanjut. "Hari ini saya menyatakan pencabutan tingkat respons terhadap keadaan darurat," kata kepala eksekutif Carrie Lam seperti dilansir dari laman NDTV, Sabtu (25/1).

Lam mengadakan pertemuan darurat dengan para pejabat kesehatan pada Sabtu pagi setelah kembali dari Davos karena kritik atas tanggapan pemerintahannya telah meningkat di beberapa tempat. Dari lima orang yang dites positif terkena virus di Hong Kong sejauh ini, empat orang tiba melalui terminal kereta berkecepatan tinggi yang baru dibangun yang menghubungkan dengan daratan.

Pada konferensi pers pada Sabtu, Lam mengatakan semua penerbangan dan kereta api dari Wuhan akan dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Tidak ada batasan pada transportasi dari kota-kota Cina lainnya. Tetapi semua kedatangan melalui daratan sekarang harus menandatangani formulir deklarasi kesehatan.

Sekolah dan universitas, yang saat ini sedang libur Tahun Baru Imlek, akan tetap ditutup hingga 17 Februari. Serangkaian acara publik, termasuk gala tahun baru dan marathon bulan depan, juga akan dibatalkan.

"Kami belum melihat infeksi serius dan meluas (di Hong Kong, Red), tetapi kami menanggapinya dengan serius," kata Lam.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA