Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Sejarah Hari Ini: China Invasi Vietnam

Senin 17 Feb 2020 06:52 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Pada 17 Februari 1979 China meluncurkan invasi ke Vietnam. Ilustrasi.

Pada 17 Februari 1979 China meluncurkan invasi ke Vietnam. Ilustrasi.

Foto: ABC News
Pada 17 Februari 1979 China meluncurkan invasi ke Vietnam

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI - Pada 17 Februari 1979 China meluncurkan invasi ke Vietnam sebagai tanggapan atas invasi Vietnam ke Kamboja. Ketegangan antara Vietnam dan China meningkat dramatis setelah berakhirnya Perang Vietnam pada 1975.

Dalam upaya memperluas pengaruhnya, Vietnam membentuk kehadiran militer di Laos. Vietnam juga memperkuat hubungannya dengan Uni Soviet dan menjatuhkan rezim Pol Pot di Kamboja pada tahun 1979.

Dilansir History, lebih dari sebulan kemudian pasukan Cina menyerbu meski pasukan China sempat diusir dalam sembilan hari pertempuran berdarah dan sengit. BBC History mencatat, Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyen Ko Tach mengatakan kepada para duta besar di Hanoi bahwa pasukan Cina telah menduduki hampir semua posisi perbatasan Vietnam dan maju ke selatan. Dia tidak memberikan informasi tentang jumlah korban.

Sebuah pernyataan resmi dari China telah menyatakan kesediaan untuk menegosiasikan perdamaian setelah menyerang balik para penyerang Vietnam. Serangan itu terjadi setelah berbulan-bulan pertukaran antara pemerintah China dan Vietnam tentang pendudukan ilegal wilayah perbatasan yang tidak jelas.

Pengamat asing melaporkan empat kali lipat pasukan China berada di Vietnam pada 17 Februari 1979. Pasukan tersebut berjumlah 150 ribu tentara dan 300 pesawat dalam tiga pekan terakhir.

Di sisi lain Vietnam memiliki lebih sedikit tentara karena hingga 100 ribu pasukan mereka saat ini bertugas di Kamboja dan 25 ribu militer lainnya di Laos. Pemerintah China di Peking (kini Beijing) mengklaim bahwa Vietnam telah melakukan lebih dari 700 serangan bersenjata ke China.

Menurut China, pasukan Vietnam membunuh dan melukai lebih dari 300 tentara dan warga sipil China selama enam bulan terakhir. "Kami tidak ingin satu inci pun wilayah Vietnam. Kami hanya menginginkan perbatasan yang damai dan stabil," tulis laporan kantor berita resmi Cina kala itu, Hsinhua.

Wakil perdana menteri China Deng Xiaoping juga mengancam pemerintah Vietnam di Hanoi dengan "hukuman" atas keterlibatannya di Kamboja. Vietnam telah mengajukan banding ke PBB dan belum memutuskan hubungan diplomatik dengan China.

Ketegangan antara China dan Vietnam masih bergejolak sepanjang dekade berikutnya. Banyak sumber daya langka Vietnam dialokasikan untuk melindungi perbatasannya dengan China dan kepentingannya di Kamboja.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA