Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Ivanka Trump Puji Saudi dan UEA Majukan Hak Perempuan

Senin 17 Feb 2020 15:17 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Ivanka Trump

Ivanka Trump

Foto: AP
Ivanka Trump menyoroti perubahan di negara Timur Tengah soal hak perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID,  DUBAI — Putri sekaligus penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Ivanka Trump, memuji Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) karena telah melakukan reformasi untuk memajukan hak-hak perempuan. Ia berharap perkembangan itu dapat dilakukan negara Arab lainnya.

Ivanka memberi selamat kepada Saudi atas perubahan baru dalam hukumnya yang kini mengizinkan kaum perempuan bepergian ke luar negeri serta memperoleh paspor tanpa izin kerabat pria. Dia juga mengapresiasi Saudi karena telah mencabut larangan wanita mengendarai mobil.

Ivanka turut menyoroti perubahan di negara-negara Timur Tengah lainnya. Dia mengatakan Bahrain telah memperkenalkan undang-undang untuk menangani diskriminasi di tempat atau lingkungan kerja. Yordania menghilangkan pembatasan hukum pada kemampuan perempuan untuk bekerja di malam hari. Kemudian Maroko telah memperluas hak tanah perempuan. Lalu Tunisia memperkenalkan undang-undang untuk memerangi kekerasan dalam rumah tangga.

Baca Juga

Ivanka mengapresiasi semua hal itu karena bertujuan mendorong perempuan memperoleh hak-haknya. Namun, menurutnya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Dia mencatat bahwa di seluruh wilayah Arab, rata-rata perempuan hanya memiliki separuh hak hukum laki-laki. “Kita tahu bahwa ketika perempuan bebas untuk sukses, keluarga berkembang, komunitas berkembang, dan bangsa menjadi lebih kuat,” kata Ivanka saat berpidato di Global Women’s Forum di Dubai, UEA, Ahad (16/2), dikutip laman Al Arabiya.

Pada momen itu, dia mengapresiasi para pemimpin UEA. ("Mereka) menghilangkan hambatan bagi perempuan untuk bergabung dalam angkatan kerja serta mengembangkan strategi nasional yang mengakui bahwa perempuan adalah pusat pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ivanka, 70 persen lulusan universitas di UEA adalah perempuan. Namun hanya sekitar 10 persen dari total pendapatan UEA berasal dari perempuan. “Kami tahu ini akan tumbuh dan berkembang di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

Dalam kunjungannya selama dua hari ke UEA, Ivanka bertemu dengan para wirausaha perempuan. Ia turut membahas proyek Pemerintah AS yang dipimpinya dan bertujuan membantu wanita di negara-negara berkembang. Tahun lalu Trump meluncurkan The Women’s Global Development and Prosperity Initiative. Pada Sabtu lalu, Ivanka sempat mengunjungi Masjid Agung Abu Dhabi. Dia pun bertemu Putra Mahkota UEA Pangeran Mohammed bin Zayed. 

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA