Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Anggota Militer Turki Tewas di Suriah Terus Bertambah

Jumat 21 Feb 2020 10:34 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Pasukan Turki memasuki wilayah Manbij, Suriah (ilustrasi)

Pasukan Turki memasuki wilayah Manbij, Suriah (ilustrasi)

Foto: Ugur Can/DHA via AP
Pada Februari, 15 anggota pasukan militer Turki telah terbunuh di Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Pemerintah Turki mengatakan dua anggota pasukan mereka terbunuh dalam serangan udara di barat laut Suriah. Peristiwa Jumat (21/2) ini terjadi setelah Presiden Turki Tayyip Erdogan mengancam akan menambah keterlibatan negaranya di Suriah bila ada lagi pasukannya yang terluka.

Baca Juga

Pada bulan ini, setidaknya ada 15 anggota pasukan Turki yang terbunuh di Suriah, setelah pemerintah Presiden Bashar al-Assad memutuskan memperkuat serangan untuk merebut kembali sisa wilayah pemberontak. Demi menahan meningkatnya ketegangan di provinsi Idlib, pada 12 Februari lalu Erdogan mengancam akan menggelar aksi militer 'di semua tempat di Suriah' bila kembali ada pasukan Turki yang terbunuh atau terluka.

Serangan di berbagai front itu memicu pengungsian terbesar dalam sejarah perang Suriah yang sudah berlangsung sembilan tahun. Hampir 1 juta orang meninggal rumah mereka menuju perbatasan Turki, tinggal di pemukiman sementara dan tidur tenda atau di luar ruangan saat cuaca musim dingin mulai menggigit.

Serangan pemerintah Suriah juga mengguncang kerja sama antara Ankara dan Moskow. Kedua negara itu mendukung pihak yang berbeda di Suriah. Ankara sudah mengirimkan ribuan pasukan ke barat laut Suriah demi menahan langkah pemerintah Suriah yang terus maju menuju dekat perbatasan Turki.

Serangan Jumat ini mengancam ketegangan di wilayah tersebut akan terus meningkat. Kemungkinan konflik langsung antara Turki dan Suriah semakin tinggi. Erdogan juga meminta pasukan Assad untuk mundur dari Idlib atau 'segera' menghadapi serangan Turki.

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA