Jumat 01 May 2020 05:50 WIB

PM Rusia Positif Terpapar Covid-19

PM Rusia Mikahil Mishustin sekarang akan melakukan isolasi mandiri.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Andi Nur Aminah
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin didiagnosis menderita Covid-19
Foto: Dailymail
Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin didiagnosis menderita Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin didiagnosis menderita Covid-19. Tes positifnya datang pada hari yang sama saat Rusia mencatat rekor 7.099 kasus, menambah jumlah total infeksi di atas 100 ribu orang.

Mishustin diberi peran perdana menteri pada bulan Januari. Ia pun telah secara aktif terlibat dalam penanganan pandemi di Rusia. TV Rusia menunjukkan saat ia memberi tahu Presiden Vladimir Putin tentang diagnosisnya. "Saya baru tahu bahwa saya positif virus corona," kata Perdana Menteri Rusia selama panggilan video, dilansir di BBC, Jumat (1/5).

Baca Juga

Mishustin menyarankan bahwa Wakil Perdana Menteri Pertama Andrei Belousov harus menggantikannya dan Putin setuju. Mishustin sekarang akan melakukan isolasi mandiri. "Apa yang terjadi padamu bisa terjadi pada siapa saja, dan saya selalu mengatakan ini," kata Putin kepada Mishustin.

"Anda orang yang sangat aktif. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas pekerjaan yang telah dilakukan sejauh ini," katanya menambahkan.

Mishustin menggunakan kesempatan ini untuk mendesak semua orang Rusia agar menganggap Covid-19 dengan serius. Ia juga mengimbau untuk tetap di rumah karena hari libur selama 11 hari yang diperpanjang telah dimulai.

Para pejabat khawatir cuaca yang lebih hangat akan membuat keluarga pergi ke pedesaan seperti biasa. Karena itu, Moskow meningkatkan jumlah patroli polisi dalam beberapa hari mendatang, untuk memastikan orang-orang tetap pada pembatasan sosial yang ketat.

Meskipun ada peningkatan tajam dalam kasus-kasus, markas penanganan Covid-19 yang berlokasi di Moskow mengatakan, 1.073 orang di Rusia kini meninggal karena virus corona. Angka ini merupakan jumlah yang relatif rendah untuk ukuran Rusia.

Juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov, mengatakan, reaksi Rusia terhadap pandemi ini memungkinkannya menghindari skenario Italia. Namun, Presiden Putin memperingatkan bahwa pekan ini Rusia tidak memiliki peralatan pelindung yang cukup untuk petugas kesehatan. Petugas medis telah mengeluh di beberapa daerah karena kurangnya pakaian pelindung. 

Berita Lainnya

Rekomendasi