Ahad 21 Jun 2020 16:05 WIB

Pejabat BJP: China Blokir Situs Pribadi PM Narendra Modi

Situs pribadi Modi disebut tidak bisa dibuka di daratan China.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Perdana Menteri India Narendra Modi, depan dan Presiden Cina Xi Jinping berjabat tangan dengan para pemimpin di KTT BRICS di Goa, India,16 Oktober 2016.
Foto: AP/Manish Swarup
Perdana Menteri India Narendra Modi, depan dan Presiden Cina Xi Jinping berjabat tangan dengan para pemimpin di KTT BRICS di Goa, India,16 Oktober 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- China disebut telah memblokir situs pribadi Perdana Menteri India Narendra Modi. Hal itu terjadi saat hubungan kedua negara terbalut ketegangan pascaterjadinya bentrokan di Lembah Galwan, Ladakh.

Pemblokiran situs pribadi Modi disampaikan Amit Malaviya. Dia adalah pejabat di Bharatiya Janata Party (BJP) yang bertanggung jawab atas departemen teknologi dan informasi nasional. BJP merupakan partai Modi.

Baca Juga

"China telah memblokir situs web resmi Narendra Modi menggunakan Great Firewall, tetapi telah mengizinkan situs web Rahul Gandhi. Mengapa mereka melakukannya?" kata Malaviya melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu (20/6), dikutip laman Sputnik.

Dalam cicitan itu, Malaviya turut membagikan tautan berita dari opindia.com dengan judul "Narendra Modi Banned by China, but Rahul Gandhi welcome". Rahul Gandhi merupakan politisi oposisi India sekaligus mantan presiden Congress Party.

Saat ditelusuri menggunakan mesin pencari, dengan adanya "The Great Firewall of China" tidak ada server yang dapat mencapai situs web pribadi Narendra Modi, yakni www.narendramodi.in. Dengan demikian situs tersebut kemungkinan besar tidak dapat diakses dari dalam daratan China.

Namun di luar daratan China situs tersebut masih bisa diakses. Republika.co.id berhasil membuka situs tersebut dengan lancar. Salah satu yang disoroti oleh situs tersebut di halaman muka terkait konflik dengan China.

Situs pribadi Modi diduga diblokir setelah terjadinya bentrokan antara pasukan India dan Cina di Lembah Galwan pada 15 Juni lalu. Sebanyak 20 tentara India tewas, sedangkan China dikabarkan memiliki 40 korban jiwa, termasuk seorang komandan.

Kedua negara terlibat aksi saling tuding sebagai pihak yang melanggar Line of Actual Control (LAC), yakni perbatasan de facto China dan India di sepanjang Ladakh, termasuk Lembah Galwan. Kedua negara memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih di wilayah tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement