Ahad 08 Nov 2020 18:20 WIB

China Luncurkan Satelit 6G Pertama di Dunia

Teknologi terbaru satelit 6G China berkali lipat lebih cepat dari 5G

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini
Satelit (ilustrasi)
Foto: wreckamovie.com
Satelit (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China berhasil meluncurkan satelit 6G pertama di dunia ke luar angkasa untuk menguji teknologinya. Satelit itu terbang ke orbit bersama dengan 12 satelit lainnya dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi.

Dikutip dari Anadolu Agency, satelit eksperimental 6G akan memverifikasi teknologi komunikasi terahertz (THz) di luar angkasa, sebuah terobosan dalam komunikasi luar angkasa. Teknologi frekuensi tinggi itu untuk mencapai kecepatan transmisi data berkali-kali lebih cepat daripada 5G. Industri telekomunikasi masih beberapa tahun lagi untuk menyepakati spesifikasi 6G, sehingga belum bisa dipastikan teknologi yang diujicobakan akan masuk ke standar final.

Baca Juga

Menurut harian Global Times yang berafiliasi dengan China, satelit itu termasuk di antara tiga satelit China yang berhasil diluncurkan ke orbit, bersama dengan 10 satelit penginderaan jauh komersial yang dikembangkan oleh perusahaan Argentina Satellogic.

Laporan BBC menyatakan, satelit tersebut juga membawa teknologi yang akan digunakan untuk pemantauan bencana tanaman dan pencegahan kebakaran hutan. China Aerospace Science and Technology Corp. (CASC), kontraktor ruang angkasa utama milik negara China, mengonfirmasi keberhasilan peluncuran dalam satu jam setelah lepas landas.

Semuanya diluncurkan menggunakan satu roket Long March 6 yang lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di provinsi Shanxi utara. Itu adalah roket ke-351 dari seri Long March yang dikembangkan sendiri oleh China.

Pada September, China meluncurkan satelit maritim ketiganya ke luar angkasa. Negara itu juga telah mengirimkan satelit observasi, Gaofen 11-02, ke orbit untuk membantu upaya pemetaan untuk Belt and Road Initiative.

Sementara itu, National Astronomical Observatory China mengatakan akan membuka 500 meter Aperture Spherical Radio Telescope, teleskop radio single-dish terbesar di dunia, kepada ilmuwan global tahun depan untuk pekerjaan penelitian. Observatorium akan mulai beroperasi penuh pada Januari 2021 setelah melewati serangkaian penilaian teknis dan percobaan. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement