Rabu 02 Dec 2020 14:40 WIB

Bendera Azerjbaijan Berkibar di Distrik Lachin Karabakh

Aliyev menegaskan tentara Azerbaijan telah mengusir musuh dari tanah mereka.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah
 Gambar diam handout yang diambil dari rekaman video yang dirilis oleh layanan pers Kementerian Pertahanan Azerbaijan menunjukkan prajurit Azerbaijan berpose di depan sebuah gedung dengan bendera Azerbaijan ditanam di atapnya di distrik Lachin, Azerbaijan, 01 Desember 2020.
Foto: EPA-EFE/AZERBAIJAN DEFENCE MINISTRY
Gambar diam handout yang diambil dari rekaman video yang dirilis oleh layanan pers Kementerian Pertahanan Azerbaijan menunjukkan prajurit Azerbaijan berpose di depan sebuah gedung dengan bendera Azerbaijan ditanam di atapnya di distrik Lachin, Azerbaijan, 01 Desember 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, BAKU -- Tentara Azeri telah mengibarkan bendera Azerbaijan di distrik terakhir yang diserahkan oleh Armenia dalam kesepakatan damai konflik Nagorno-Karabakh. Bendera tersebut dipasang di gedung administrasi di kota Lachin pada Selasa (1/12) dini hari.

Sebuah konvoi truk militer Azerbaijan memasuki distrik Lachin dalam semalam. Azerbaijan mengambil alih tiga wilayah terakhir di sekitar Karabakh. Armenia setuju untuk menyerahkan tiga distrik, Agdam, Lachin dan Kalbajar, sebagai bagian dari kesepakatan November yang menghentikan konflik yang berkobar antara kedua negara pada akhir September.

Baca Juga

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, merayakan awal dari realitas baru. "Kami telah mengusir musuh dari tanah kami. Kami telah memulihkan integritas teritorial kami. Kami telah mengakhiri pendudukan," katanya dikutip dari Aljazirah.

Nagorno-Karabakh melepaskan diri dari kendali Azerbaijan dalam perang setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991 yang menewaskan sekitar 30 ribu orang. Wilayah itu mendeklarasikan kemerdekaan dengan mayoritas etnis Armenia.

Kesepakatan perdamaian yang ditandatangani pada 9 November dicapai setelah enam minggu pertempuran. Berdasarkan perjanjian tersebut, Armenia kehilangan kendali atas tujuh distrik yang direbutnya di sekitar Karabakh pada 1990-an.

Aliyev mengatakan, hampir 50 ribu orang Azerbaijan telah tinggal di distrik Lachin sebelum perang tahun 1990-an. Dia menyatakan, mereka yang telah pergi akan kembali dalam waktu terdekat.

Olesya Vartanyan dari International Crisis Group mengatakan, penyerahan distrik terakhir mengisyaratkan bahwa kesepakatan perdamaian berhasil. Hanya saja, status quo baru tetap tidak jelas. “Perjanjian yang ditengahi Moskow sangat tepat dalam hal penyerahan wilayah, tetapi ambigu dalam beberapa aspek seperti mandat penjaga perdamaian Rusia dan bagaimana kehidupan penduduk lokal, baik Armenia maupun Azerbaijan, akan diatur," kata Vartanyan.

Turki dan Rusia menandatangani kesepakatan untuk pusat penjaga perdamaian.  Rincian teknis untuk mendirikan pusat bersama telah disimpulkan dan kesepakatan telah ditandatangani dan akan mulai bekerja secepat mungkin.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement