Sabtu 26 Dec 2020 13:55 WIB

Jepang Deteksi Ada Varian Baru Virus Corona dari Inggris

Virus corona tersebut ditemukan pada lima orang yang tiba di Jepang

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Esthi Maharani
Ilustrasi Covid-19
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--  Menteri Kesehatan Jepang mengonfirmasi adanya kasus penularan pertama varian baru virus corona yang sebelumnya teridentifikasi di Inggris. Lima kasus varian baru virus corona tersebut ditemukan pada lima orang yang tiba di Jepang pada tanggal 18 hingga 21 Desember 2020. Dengan kata lain, lima orang tersebut datang sebelum Jepang mengetatkan pengawasan perbatasan pada Jumat (25/12) bagi para pendatang dari Inggris.

Dilansir dari Channelnews.com, dari kelima kasus tersebut, seorang pria berusia 60 tahun mengeluhkan gejala kelelahan, sementara empat orang lainnya tanpa gejala. Lalu, Menteri Kesehatan Jepang Norihisa Tamura mengatakan kelima orang tersebut dikirim langsung ke karantina dari bandara setelah mereka dinyatakan positif terkena virus Covid-19.

"Analisis lebih lanjut yang dilakukan di National Institute of Infectious Diseases menetapkan kalau mereka memiliki varian virus Covid-19 dari Inggris yang 70 persen lebih dapat menular," kata dia, Sabtu (26/12).

Kepala Satuan Tugas Covid-19 Jepang, Shigeru Omi, segera memerintahkan untuk mengetatkan pengawasan di perbatasan untuk mencegah meluasnya varian baru virus Covid-19.

Diketahui, Pada Jumat (25/12), Tokyo mengonfirmasi 884 kasus Covid-19 baru, menyusul rekor di angka 888 kasus pada hari sebelumnya. Kementerian Kesehatan Jepang mencatat, pada Kamis (24/12) tercatat total 209.980 kasus Covid-19 dengan 3.105 kematian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement