Kamis 25 Feb 2021 21:19 WIB

Turki Kecam Upaya Kudeta di Armenia

Militer Armenia meminta Perdana Menteri Nikol Pashinyan mengundurkan diri.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.
Foto: Matthias Balk/dpa via AP
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Turki mengecam keras upaya kudeta militer di Armenia. Tidak hanya di Armenia tetapi juga di seluruh duni.

"Kami mengutuk semua upaya kudeta, termasuk kudeta militer, di mana pun itu di seluruh dunia," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, selama kunjungannya ke Hongaria, Kamis.

Baca Juga

Menurut menlu, orang-orang dari suatu negara berhak untuk mengkritik pemerintah mereka atau menuntut pengunduran diri mereka. "Namun, tidak dapat diterima jika militer menyerukan pengunduran diri pemerintah terpilih," tambah Cavusoglu.

Mengenai proses normalisasi dan gencatan senjata Armenia dan Azerbaijan, Cavusoglu yakin ada peluang untuk stabilitas kawasan, dan ini perlu dievaluasi dengan baik.

"Pertemuan dengan format trilateral antara negara-negara di kawasan penting untuk menjaga stabilitas di kawasan," kata dia lagi.

Sumber, https://www.aa.com.tr/id/dunia/turki-kecam-upaya-kudeta-di-armenia-/2156940

Pada Kamis, militer Armenia menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Nikol Pashinyan. Onik Gasparyan, kepala Staf Umum tentara Armenia, bersama dengan komandan senior lainnya mengeluarkan pernyataan tersebut.

Pashinyan mengecam seruan militer itu dan menyebutnya sebagai upaya kudeta.

PM Pashinyan juga mendesak para pendukungnya untuk turun ke jalan-jalan melawan upaya militer itu.

sumber : Anadolu

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement