Rabu 18 Aug 2021 14:26 WIB

Wakil Taliban Tampil di TV dengan Pembawa Berita Perempuan

Dari 1996 hingga 2001 Taliban jalankan pemerintahan yang menindas perempuan

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Jurnalis wanita Afghanistan bekerja di stasiun TV Asr News di Herat, Afghanistan, 16 September 2020. Dari 1996 hingga 2001 Taliban jalankan pemerintahan yang menindas perempuan.
Foto: EPA-EFE/JALIL REZAYEE
Jurnalis wanita Afghanistan bekerja di stasiun TV Asr News di Herat, Afghanistan, 16 September 2020. Dari 1996 hingga 2001 Taliban jalankan pemerintahan yang menindas perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Perwakilan Taliban tampil di televisi dengan pembawa berita perempuan. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan janji Taliban untuk menjalankan pemerintah yang adil dan setara sesuai dengan hukum syariah Islam.

Selama pemerintahan dari 1996 hingga digulingkan Amerika Serikat (AS) pada 2001, Taliban menjalankan pemerintahan yang menindas perempuan. Anggota senior tim media Taliban dan kepala Suara Syariah Radio Mawlawi Abdul Hak Hammad tampil di Tolo News. Ia duduk bersama dengan pembawa berita perempuan Behesha Arghanda. Ia menjawab pertanyaan mengenai keamanan Afghanistan.

Baca Juga

Rabu (18/7) kantor berita Turki Yeni Safak melaporkan Hammad mengatakan Taliban ingin memastikan keamanan di Afghanistan. Hammad mengatakan dengan berjalannya waktu keamanan di Afghanistan akan perlahan-lahan membaik.

Satu hari sebelumnya, tujuh orang perempuan berunjuk rasa di depan kediaman resmi presiden di Kabul. Mereka menuntut agar hak-hak mereka dilindungi. Para pengunjuk rasa membawa kertas bertuliskan 'perempuan Afghanistan ada, kami menginginkan hak-hak kami'.

Di televisi, Hammad mengatakan Taliban akan segera menguasai seluruh Afghanistan. Sementara provinsi terakhir yang belum direbut, Panjshir, akan segera jatuh ke tangan mereka.

Baca juga : Situasi Ibu Kota Afghanistan Berangsur Normal

Ia menambahkan Taliban sedang melakukan pembicaraan untuk memfinalisasi sistem pembagian kekuasaan di Afghanistan serta nama pemerintahan, struktur, dan isu-isu lain. "Negosiasi untuk membentuk pemerintah di masa depan terus berlanjut, tampaknya dewan akan terbentuk, konstitusi akan disimpulkan setelah itu," katanya.

"Ada pembicaraan pemerintahan yang komprehensif dan inklusif. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid telah tiba di Kabul hari dan akan segera memberikan lebih banyak informasi," tambah Hammad.

Ia menambahkan mereka yang telah merampok, menjual Afghanistan ke pihak asing, dan mengkhianati negeri itu dalam 20 tahun terakhir takut dan lari. Hammad mengatakan sebelumnya warga Afghanistan tidak bisa keluar rumah setelah pukul 16.00. Kini mereka bisa bepergian 24 jam sehari.

Menurutnya Taliban adalah 'pemilik' sah dari Afghanistan dan bukan pencuri serta pengkhianat seperti pemerintah sebelumnya. Hammad menegaskan propaganda Barat yang telah mencemarkan nama Taliban.

"Mullah Mohammed Omar bin Mullah Mohammed Yaqub sudah mengeluarkan pernyataan penting. Kami tidak akan melanggar properti siapa pun, kami tidak ingin balas dendam, kami di sini untuk memberikan keamanan," ungkapnya.

Baca juga : Ketika Wartawan BBC Terkejut Melihat Jubir Taliban

"(Asing) telah menyerang kami selama 20 tahun, tapi (sekarang) kami tidak akan melakukan apa pun terhadap mereka. Mari bersama-sama selamatkan negeri dari pendudukan kekuatan asing," katanya.

Ia juga menuduh Presiden Ashraf Ghani mengkhianati rakyat dan bangsa Afghanistan. Hammad menuduhnya mencuri properti negara. Ia mengklaim Ghani mengambil 60 juta dolar AS sementara 40 juta dolar AS tertinggal di dalam negeri. Dalam pesan singkatnya, Ghani mengatakan ia meninggalkan Afghanistan untuk menghindari konfrontasi dengan Taliban yang dapat memicu pertumpahan darah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement