Jumat 20 Aug 2021 08:47 WIB

AS Kirim Lebih Banyak Petugas ke Kabul untuk Evakuasi Warga

AS akan menerbangkan antara 5.000-9.000 per hari untuk evakuasi dari Afghanistan

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini
Warga Afghanistan memadati Bandara Kabul usai pasukan taliban kuasai ibu kota.
Foto: Antara
Warga Afghanistan memadati Bandara Kabul usai pasukan taliban kuasai ibu kota.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mengirim lebih banyak petugas konsuler ke Kabul dan lokasi lain, termasuk Qatar dan Kuwait, Kamis (19/8). Keputusan itu untuk membantu upaya evakuasi dari Afghanistan setelah Taliban merebut Kabul pada akhir pekan lalu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan, 6.000 orang yang diproses sepenuhnya saat ini berada di bandara Kabul. Mereka akan segera naik pesawat.

Baca Juga

Price menyatakan, Washington akan menggandakan jumlah petugas konsuler di Kabul, tanpa mengungkapkan berapa banyak yang dikerahkan. Sebuah sumber mengatakan bahwa pejabat Gedung Putih mengatakan pada konferensi pers pada Kamis pagi, AS telah mengevakuasi 6.741 orang, termasuk 1.792 warga negara Amerika dan penduduk tetap yang sah, dari Kabul.

Sumber itu yang mendengarkan telekonferensi mengatakan bahwa hambatan terbesar adalah meloloskan mereka melalui kerumunan massa yang mengerumuni gerbang bandara Kabul. "Departemen mengirim tim staf konsuler ke Qatar dan Kuwait untuk membantu upaya transit dan kami juga sedang mempersiapkan tim untuk dikirim ke lokasi pemrosesan lainnya," kata Price.

Setelah kapasitas konsuler di Kabul digandakan, Price mengatakan, Departemen Luar Negeri yakin akan memiliki jumlah petugas yang dibutuhkan untuk memproses individu dan mengisi penerbangan. Pentagon mengatakan tujuannya adalah untuk mengevakuasi antara 5.000 dan 9.000 orang per hari.

Price menyatakan, AS secara signifikan memperluas dalam semalam jumlah warga Amerika, staf lokal, pemohon Visa Imigran Khusus (SIV), dan warga Afghanistan rentan lainnya yang memenuhi syarat untuk keberangkatan. Sekitar 20 penerbangan akan meninggalkan Kabul pada Kamis malam.

Ribuan orang mati-matian berusaha melewati penghalang jalan yang dibuat Taliban dan pasukan AS untuk mencapai bandara. Pada Kamis, Taliban mendesak kerumunan warga Afghanistan yang menunggu di luar bandara untuk kembali ke rumah. 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement