Senin 11 Oct 2021 20:22 WIB

Ketika Serangan Pemukim ke Al Aqsa Dilindungi Polisi Israel

Polisi Yahudi turut menjaga aksi pemukim Yahudi serang Al Aqsa

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah
Polisi Yahudi turut menjaga aksi pemukim Yahudi serang Al Aqsa. Ilustrasi polisi Israel melakukan manuver melalui kompleks Masjid Al Aqsa.
Foto: AP/Mahmoud Illean
Polisi Yahudi turut menjaga aksi pemukim Yahudi serang Al Aqsa. Ilustrasi polisi Israel melakukan manuver melalui kompleks Masjid Al Aqsa.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM—Pemukim rezim Zionis melancarkan serangan besar-besaran terhadap warga Palestina di Masjid Al Aqsa pada Ahad (10/10) dengan dukungan pasukan Israel. 

Menurut laporan Palestina Al-Youm, pemukim Zionis meneriakkan slogan anti-Islam setelah melakukan penyerangan di halaman Masjid Al Aqsa, menyebabkan bentrok antara pemukim Zionis dan warga Palestina tidak terelakkan. 

Baca Juga

Mohammad Hamadeh, anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, baru-baru ini mengumumkan bahwa gerakan tersebut telah mengeluarkan seruan untuk kesiapan publik dalam membela Masjid Al Aqsa. 

Anggota senior Hamas tersebut menyatakan bahwa tindakan permusuhan pemukim Zionis dalam melancarkan serangan brutal terhadap Masjid Al Aqsa sepenuhnya terorganisasi dan telah direncanakan dengan matang, diperparah dengan adanya dukungan dari polisi Israel.

Sementara itu, Al-Yusufiye, sebuah pemakaman di dekat Masjid Al Aqsa dihancurkan secara sepihak oleh Israel. Ahmed al-Dajani, Direktur Eksekutif Komisi Perlindungan Makam Muslim, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pengadilan Israel telah memberikan izin kepada Direktorat Arkeologi Israel untuk melakukan penggalian di lokasi yang dekat dengan kuburan.

Akibatnya, tulang belulang jenazah di dalamnya, kebanyakan merupakan warga Palestina, berserakan di sekitar pemakaman.  Beberapa warga Palestina datang untuk menyelamatkan sisa-sisa tubuh kerabat dan keluarga yang dikuburkan disana, ketika alat berat telah meninggalkan pemakaman.

Ahmed mengatakan, pemakaman itu merupakan rumah dari orang-orang Muslim yang menjadi korban dalam konflik terpecahnya Yerusalem menjadi dua bagian, yang terjadi antara 1948-1967. 

Pemakaman Al-Yusufiye, yang terletak di sebelah tembok yang mengelilingi Kota Tua, adalah salah satu kuburan Muslim tertua di Yerusalem yang diduduki.

Israel dilaporkan tengah merencanakan pembangunan sebuah taman di dekat pemakaman Al-Yusufiye, yang membuat  area pemakaman akan terdampak konstruksi.

Sebelumnya, pemerintah Israel juga berusaha menghancurkan tangga bersejarah yang mengarah ke Kota Tua dan Masjid Al Aqsa, namun upaya itu berhasil dicegah warga Palestina. 

 

Sumber: mehrnews 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement