Senin 22 Nov 2021 13:37 WIB

Di China, Mengkritik Pemerintah Siap-Siap Hilang Mendadak

Menghilangnya sosok terkenal di China dari penampilan publik bukan pertama terjadi

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
Petenis China Peng Shuai dan bos Alibaba Jack Ma adalah beberapa sosok yang tiba-tiba hilang usai mengkritik pejabat atau pemerintah di China. Ilustrasi.
Foto:

Dalam unggahan Twitter pertama setelah kemunculannya kembali, Chen mengiklankan akun terdaftar baru di Douyin, TikTok versi China. Dia mengatakan berencana untuk menyelenggarakan kompetisi seni bela diri amal. "Akun Douyin sekarang diblokir," tulisnya satu jam kemudian.

Video Chen selama hari-hari awal wabah Covid-19 menawarkan salah satu dari sedikit jendela tentang apa yang terjadi di Wuhan ketika publik hanya memiliki sedikit informasi tentang virus tersebut. Rekaman itu dilihat jutaan kali di platform media sosial WeChat yang populer sebelum akunnya dihapus. Kemudian, dia terus mengunggah video di YouTube, yang diblokir di China.

Chen mendokumentasikan bencana yang sedang berlangsung dengan mewawancarai orang-orang yang kehilangan sosok yang dicintai dan merekamnya di dalam rumah sakit setempat. Dalam satu video, dia berbicara dengan jurnalis warga lain yang telah dikunjungi oleh polisi setempat.

"Aku bahkan tidak takut mati. Anda pikir saya takut pada Anda, Partai Komunis?” katanya dalam sebuah video yang diunggah sekitar sepekan sebelum dia menghilang. Pernyataan itu muncul setelah dia mengungkapkan pihak berwenang setempat telah menghubunginya dan kerabatnya untuk menekannya agar kembali ke kampung halamannya.

Maret tahun lalu, Anggota Kongres Amerika Serikat Jim Banks meminta Departemen Luar Negeri untuk mendesak China menyelidiki hilangnya tiga jurnalis warga di Wuhan, termasuk Chen. Duta Besar China untuk AS saat itu, Cui Tiankai, mengatakan dalam sebuah wawancara tahun lalu bahwa dia belum pernah mendengar tentang Chen dan mendesak AS untuk menghormati prosedur peradilan China.

Selain Chen, beberapa orang menghilang usai menunjukkan kondisi Wuhan ketika virus pertama kali menyebar pun. Di antaranya staf media pemerintah bernama Li Zehua yang juga melaporkan secara independen dari Wuhan.

Li hilang pada waktu yang hampir bersamaan dengan Chen dan baru muncul kembali dua bulan kemudian dalam sebuah video daring. Namun, sejak itu dia tidak terlihat oleh publik. Keberadaan jurnalis warga ketiga yang hilang, Fang Bin, masih belum diketahui.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement