Ahad 12 Dec 2021 00:18 WIB

Prancis Buka Arsip Rahasia Perang Aljazair

Prancis akan buka arsip perang kemerdekaan Aljazair yang paling rahasia ke publik

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Demonstran di Aljazair membakar bendera Prancis usai shalat Jumat (17/1). Prancis akan buka arsip perang kemerdekaan Aljazair yang paling rahasia ke publik. Ilustrasi.
Foto: Reuters
Demonstran di Aljazair membakar bendera Prancis usai shalat Jumat (17/1). Prancis akan buka arsip perang kemerdekaan Aljazair yang paling rahasia ke publik. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Prancis mengumumkan akan membuka arsip perang kemerdekaan Aljazair yang paling rahasia untuk publik. Langkah ini akan memperlihatkan bagian paling kelam sejarah Prancis di abad-20.

Sejarawan mengatakan ratusan ribu orang Aljazair tewas dalam perang kemerdekaan yang berlangsung dari pada 1954 hingga 1963. Pasukan Prancis dan proksinya menyiksa ribuan orang di bekas daerah jajahan itu.  

Baca Juga

"Kami harus memiliki keberanian untuk melihat kebenaran sejarah di hadapan kami," kata Menteri Kebudayaan Roselyne Bachelot saat mengumumkan pembukaan arsip perang Aljazair, Sabtu (11/12).

Perang Aljazair mengguncang Prancis dan memicu kudeta gagal terhadap Presiden Charles de Gaulle untuk menghentikannya mengakhiri penjajahan Prancis. Setelah 60 tahun perang itu berakhir, isu perang Aljazair masih sensitif di Prancis dan memecah belah.

Sejarawan Prancis mengenai Aljazair, Benjamin Stora, mengatakan membuka arsip perang itu menjadi langkah penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi. "Anda bisa tahu siapa saja yang diawasi, diikuti, ditahan," katanya.

"Ini dapat mengungkapkan seluruh rantai yang mengarah pada tindakan represif," tambahnya.

Menurutnya arsip-arsip yang baru dibuka mungkin dapat menjelaskan kematian-kematian yang belum dapat diungkapkan hingga kini. Prancis menjajah Aljazair selama 132 tahun dan memenangkan perang kemerdekaan pada tahun 1962.

Pengumuman pembukaan arsip ini disampaikan dua hari setelah Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian melakukan kunjungan dua hari ke Aljir, ibukota Aljazair. Ia berbicara dengan Presiden Abdelmadjid Tebboune untuk menghidupkan kembali dialog antar kedua negara setelah hubungan mereka sempat memburuk.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement