Senin 20 Dec 2021 06:36 WIB

Masjid di KL, Putrajaya Buka Pintu Bagi Korban Banjir

Masjid juga mengelola bantuan sembako melalui program Dapur It’am dan Jawi Food Bank

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Andi Nur Aminah
Warga melintasi banjir di Jalan Thamboosamy, Kuala Lumpur, Ahad (19/12). Sejumlah daerah di Lembah Klang, Malaysia, dilanda banjir yakni Kuala Lumpur, Selangor dan Putrajaya.
Foto: Antara/Agus Setiawan
Warga melintasi banjir di Jalan Thamboosamy, Kuala Lumpur, Ahad (19/12). Sejumlah daerah di Lembah Klang, Malaysia, dilanda banjir yakni Kuala Lumpur, Selangor dan Putrajaya.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Masjid-masjid di Wilayah Federal Kuala Lumpur dan Putrajaya, termasuk Masjid Wilayah Federal dan Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin, diubah menjadi akomodasi sementara bagi korban banjir. Menteri di Departemen Perdana Menteri (Urusan Agama) Idris Ahmad mengatakan, dia menginstruksikan Departemen Pengembangan Islam Malaysia (Jakim) dan Departemen Agama Islam Wilayah Federal (Jawi) mengoordinasikan masalah ini.

“Masjid sudah siap dan akan memberikan bantuan yang sesuai. Masjid juga mengelola bantuan sembako melalui program Dapur It’am dan Jawi Food Bank,” katanya dalam keterangannya pers dikutip di Malay Mail, Senin (20/12).

Baca Juga

Selain itu, Dewan Agama Islam Wilayah Federal (MAIWP) juga disebut akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban. Lembah Klang diketahui dilanda banjir yang menyebabkan sekitar 15 ribu penduduk dievakuasi, ke lebih dari 100 pusat evakuasi sementara pada pukul 14.00 hari ini. Sejumlah pengguna jalan terdampar karena jalan di wilayah tersebut tergenang air banjir.

Selain Kuala Lumpur dan Selangor, negara bagian lain yang terkena dampak banjir adalah Kelantan, Pahang, Melaka, Negeri Sembilan dan Terengganu. Di sisi lain, Universitas Teknologi Mara (UiTM) juga mengubah masjidnya menjadi lokasi akomodasi sementara untuk semua korban banjir di sekitar Shah Alam. Kampus Shah Alam akan menampung mahasiswa dan staf yang terkena dampak.

“Bantuan banjir bandang khusus untuk warga UiTM juga telah dibentuk menyusul kejadian ini, dikelola oleh divisi zakat, kontribusi dan wakaf (Zawaf) universitas,” kata pihak kampus dalam sebuah pernyataan.

Bagi masyarakat yang ingin menyumbang dana, mereka menyebut bisa disalurkan ke bagian Bendahara kampus. Sedangkan bagi staf dan mahasiswa UiTM di sekitar Lembah Klang, yang membutuhkan bantuan atau ingin menjadi relawan dapat menghubungi pihak Brigade Relawan UiTM.

Wakil Rektor UiTM Prof Dr Roziah Mohd Janor mengatakan, mahasiswa yang terkena dampak banjir, tenggat waktu untuk tugas mereka ditunda hingga kondisi lebih baik. Sementara, warga UiTM yang terkena dampak juga diberikan cuti khusus untuk meringankan beban mereka. Ia pun menyampaikan simpati dan mendoakan keselamatan agar semua dimudahkan bagi pihak-pihak yang terkena dampak banjir.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement