Selasa 21 Dec 2021 12:51 WIB

AS Tunjuk Koordinator Baru untuk Tibet

Penunjukan ini kemungkinan akan memicu keberatan dari China.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
 Presiden Joe Biden.
Foto: AP/Charlie Riedel
Presiden Joe Biden.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) menunjuk koordinator khusus baru untuk masalah Tibet. Koordinator tersebut akan mempromosikan dialog substantif antara China dan Dalai Lama, serta mendorong untuk melindungi hak asasi manusia dan kebebasan mendasar rakyat Tibet.

Departemen Luar Negeri pada Senin (20/12) menunjuk diplomat veteran Uzra Zeya sebagai koordinator baru untuk masalah Tibet. Meski memiliki tugas baru, Zeya tetap menjabat sebagai wakil menteri untuk keamanan sipil, demokrasi dan hak asasi manusia.

Baca Juga

Penunjukan Zeya terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing atas berbagai masalah. Penunjukan ini kemungkinan akan memicu keberatan dari China, yang sebelumnya menuduh AS berusaha menggoyahkan Tibet.

"Dia (Zeya) akan mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan dasar orang Tibet, termasuk kebebasan beragama atau berkeyakinan, dan akan mendukung upaya untuk melestarikan warisan sejarah, bahasa, budaya dan agama mereka yang berbeda," ujar Menteri Luar Negeri Antony Blinken, dilansir Aljazirah, Selasa (21/12).

Blinken menambahkan, Zeya akan mendukung upaya untuk mengatasi kebutuhan kemanusiaan pengungsi Tibet, termasuk pengungsi di Amerika Serikat. Kantor koordinator untuk Tibet berada di bawah Departemen Luar Negeri. Kantor ini didirikan berdasarkan Undang-Undang Kebijakan Tibet pada 2002.

Berita Lainnya

Rekomendasi